Rabu 04 Oct 2023 10:07 WIB

Update Cuaca DIY Hari Ini, Potensi Hujan Ringan dan Waspada Gelombang Laut Hingga 6 Meter

Kondisi cuaca ini berbeda dengan beberapa pekan sebelumnya di DIY.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Fernan Rahadi
Cuaca. Ilustrasi
Foto: Huffingtonpost
Cuaca. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi (Stamet) YIA menginformasikan bahwa ada potensi hujan pada Rabu (4/10/2023) ini di DIY. Meski, potensi hujan ini diprediksi sangat ringan yang dapat terjadi di Kabupaten Sleman.

"Potensi hujan sangat ringan di Sleman bagian utara yang diprediksikan dapat terjadi pada siang hingga sore hari," tulis BMKG Stamet YIA dalam pernyataan resminya, Rabu (4/10/2023).

Baca Juga

Kondisi cuaca ini berbeda dengan beberapa pekan sebelumnya di DIY. Pasalnya, dalam beberapa pekan belakangan ini kondisi cuaca di DIY berawan hingga cerah berawan.

"Pagi hari dan malam hari pada 4 Oktober ini, kondisi cuaca di DIY cerah berawan," tulis BMKG Stamet YIA.

Lebih lanjut, dikatakan bahwa suhu udara di DIY hari ini mencapai 20-32 derajat Celsius. Untuk kelembaban udara, BMKG mencatat mencapai 55-95 persen.

Sementara itu, arah angin pada 4 Oktober ini bergerak dari timur ke selatan dengan kecepatan maksimum 30 kilometer per jam. BMKG Stamet YIA juga mencatat bahwa hari ini berpotensi terjadinya gelombang sangat tinggi di perairan selatan DIY.

Tinggi gelombang laut berkisar antara 4-6 meter. "Tinggi gelombang laut masuk kategori sangat tinggi," papar BMKG Stamet YIA.

Perkiraan tinggi gelombang laut ini lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya. Sebab, dalam beberapa hari belakangan ini tinggi gelombang laut berkisar antara 2,5 meter hingga empat meter, yang mana masuk kategori tinggi.

Mengingat tinggi gelombang laut pada 4 Oktober ini masuk kategori sangat tinggi, BMKG Stamet YIA mengimbau masyarakat untuk waspada. Terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan.

"Waspada potensi gelombang laut sangat tinggi di perairan Yogyakarta," tulis BMKG Stamet YIA mengakhiri pernyataannya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement