Senin 09 Oct 2023 07:52 WIB

‘Maulid Nabi Momentum Ekspresikan Rasa Cinta pada Muhammad SAW’

Islam di masa depan akan ditopang oleh dua pilar.

Rep: Fernan Rahadi/ Red: Fernan Rahadi
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf saat berpidato pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di  Ndalem An-Nadwah Krapyak, Yogyakarta, Ahad (8/10/2023) malam.
Foto: Republika/Fernan Rahadi
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf saat berpidato pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ndalem An-Nadwah Krapyak, Yogyakarta, Ahad (8/10/2023) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Peringatan Maulid Nabi Muhammad hendaknya tak hanya dijadikan sebagai perayaan semata, tapi juga menjadi momentum untuk mengekspresikan rasa cinta pada junjungan umat Islam, Nabi Muhammad SAW.

"Sekaligus merefleksikan akhlakul karimah beliau yang sudah seharusnya menjadi suri tauladan bagi kita," ujar perwakilan tuan rumah, Arsjad Rasjid, pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di  Ndalem An-Nadwah Krapyak, Yogyakarta, Ahad (8/10/2023) malam.

Arsjad, yang juga merupakan ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) non-aktif, mengungkapkan salah satu akhlakul karimah Muhammad SAW yang patut menjadi suri tauladan bagi kita adalah sifat amanah atau dapat dipercaya.

"Dalam menjalankan setiap tanggung jawab kita harus selalu berusaha menjaga amanah serta berusaha dan bersungguh-sungguh menjalankan kewajiban sebaik mungkin," kata Arsjad.

 

Yang kedua, tutur Arsjad, adalah sifat tabligh atau menyampaikan kebaikan. "Ini penting untuk kita teladani terutama menjelang pesta demokrasi 2024 nanti, di mana kita harus menjaga kedamaian, keamanan, dan kesantunan di dalam masyarakat," katanya.

Arsjad pun berharap perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW ini juga bisa menjadi momentum bagi kita untuk memperkuat tali silaturahim. Apalagi sejumlah ulama dari Timur Tengah turut hadir pada acara kali ini.  “Semoga kehadiran para tokoh ini menjadi kolaborasi kita bersama dałam menjaga rahmat seluruh umat manusia di muka bumi, rahmatan lil alamin,” kata Arsjad.

Sementara itu, ketua panitia acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpes An-Nadwah Krapyak, Alissa Wahid, mengatakan acara ini merupakan berkah yang luar biasa mengingat terdapat kesempatan untuk berkumpul bersama para ulama yang selama ini menjadi sandaran kita. 

Menurut putri sulung Gus Dur tersebut, Islam di masa depan akan ditopang oleh dua pilar yaitu Islam dari tanah asalnya serta Islam di Indonesia. "Ini adalah kesempatan bagi kita untuk menunjukkan Islam yang damai, ramah, serta Islam yang penuh berkah untuk semesta," tutur Alissa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya adalah Ketua Umum MUI yang juga Wakil Rais ‘Aam PBNU KH Anwar Iskandar, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, Katib Aam PBNU KH Akhmad Said Asrori, Wakil Ketua Umum PBNU Habib Hilal Al-Aidid, istri Gus Dur Sinta Nuriyah Wahid, serta putri kedua Gus Dur, Yenny Wahid.

Selain itu sejumlah ulama luar negeri yang turut hadir di antaranya Syekh Ali Jum'ah (Mesir), Syekh Aum Al Qaddumi (Yordania), Osama Azhari (Mesir), Syekh Ibrahim Salah Alhodhod (Mesir), Syekh Hady Elkasbey (Mesir), serta Syekh Jabat Baghdady (Mesir).

Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad tersebut menjadi acara puncak setelah sehari sebelumnya, Sabtu (7/10/2023) kemarin, di Ndalem An-Nadwah, Krapyak, Yogyakarta, juga digelar sarasehan ekonomi bertema Penguatan Ekonomi Jemaah Memasuki Abad Kedua Nahdlatul Ulama. 

"Sarasehan dan peringatan Maulid Nabi Muhammad di Krapyak, Yogyakarta ini merupakan rangkaian acara besar yang menghadirkan para tokoh dan ulama besar," kata Habib Hilal.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement