Selasa 10 Oct 2023 08:48 WIB

15 Ribu Rumah di Jawa Tengah Nikmati Sambungan Pasang Listrik Gratis

Ini merupakan program pemerintah yang ditujukan ke masyarakat kurang mampu.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Yusuf Assidiq
Petugas PT PLN memberikan pelayanan berupa pemasangan jaringan listrik untuk rumah tangga (ilustrasi)
Foto: dok. PLN UID Jateng & DIY
Petugas PT PLN memberikan pelayanan berupa pemasangan jaringan listrik untuk rumah tangga (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali hadir memberikan bantuan penerangan listrik gratis untuk 15 ribu rumah tangga tidak mampu di Provinsi Jawa Tengah, melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Ini merupakan wujud hadirnya negara di tengah masyarakat tidak mampu yang membutuhkan bantuan penerangan listrik.

"Kabupaten Banyumas akan mendapatkan 2.495 sambungan rumah tangga yang tersebar di 26 kecamatan, dan hingga 29 September 2023 telah tersambung 1.431 rumah tangga yang tersebar di 22 kecamatan" ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jisman Hutajulu pada Peresmian dan Penyalaan Pertama Program BPBL Provinsi Jateng di Desa Ketanda, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Selasa (10/10/2023).

Selain untuk meningkatkan rasio elektrifikasi, program BPBL juga diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup dan kemandirian masyarakat. "Dengan memiliki akses listrik sendiri, masyarakat penerima manfaat BPBL diharapkan tidak lagi tergantung penyediaan listrik dari tetangga," lanjut Jisman.

Program BPBL dapat mengurangi susut jaringan dari penarikan-penarikan sambungan dari tetangga yang tidak sesuai dengan ketentuan.

 

"Sambungan listrik yang tidak sesuai dengan kaidah keselamatan ketenagalistrikan tentu sangat berbahaya, karena seperti yang kita ketahui, listrik selain bermanfaat namun juga berbahaya," katanya.

Dalam kesempatan sama, Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto mengatakan BPBL merupakan program pemerintah yang ditujukan kepada masyarakat yang kurang mampu.

"Listrik sudah menjadi kebutuhan masyarakat, maka saya sebagai wakil dari masyarakat akan meneken anggaran apabila di dalam anggaran tersebut ada program untuk masyarakat yang kurang mampu," ujar dia.

Selanjutnya kepada pemerintah dan PLN sebagai pelaksana program BPBL, Sugeng mengucapkan terima kasih dan berharapa program ini dapat memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.

"Kita bersyukur bahwa saya menjadi wakil masyarakat, saya akan terus menerus berpikir bagaimana masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokoknya dengan mudah dan terjangkau secara harga," ungkapnya.

Mewakili Pj Bupati Kabupaten Banyumas, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kresnawan Wahyu Kristoyo menyampaikan program BPBL ini merupakan manifestasi dari komitmen pemerintah mewujudkan pelayanan listrik yang merata dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah berupaya sekuat tenaga guna memastikan masyarakat dapat menikmati akses listrik yang layak.

"Listrik bukan hanya sebuah alat untuk menerangi rumah, tetapi juga merupakan motor penggerak pembangunan. Dengan akses listrik yang merata, kita membuka pintu peluang baru untuk pertumbuhan ekonomi, pendidikan yang lebih baik, dan peningkatan kualitas hidup," kata dia.

Direktur Distribusi PT PLN (Persero) Adi Priyanto menyampaikan PLN berkomitmen dan sangat mendukung program pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, salah satunya dengan pemerataan akses dan percepatan penyediaan tenaga listrik dalam bentuk program BPBL.

"PLN bersama dengan mitra kerja bersinergi dan berkolaborasi melaksanakan tugas mulia dari pemerintah melalui Kementerian ESDM," ujar Adi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement