Selasa 10 Oct 2023 16:34 WIB

Mengenal IoT Qurban, Alat Pemantau Kesehatan Hewan Kurban Inovasi LPPM ITB

Perangkat itu dipasang di Peternakan Mandiri Sejahtera (Master), Cangkringan, Sleman

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Yusuf Assidiq
 LPPM ITB bersama Rumah Amal Salman melakukan berupa pemasangan perangkat dan sistem berbasis Internet of Things (IoT) di Sleman.
Foto: Febrianto Adi Saputro
LPPM ITB bersama Rumah Amal Salman melakukan berupa pemasangan perangkat dan sistem berbasis Internet of Things (IoT) di Sleman.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerja sama dengan Rumah Amal Salman melakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pemasangan perangkat dan sistem berbasis Internet of Things (IoT) serta Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap untuk mendukung peternak hewan kurban di perdesaan.

Kegiatan tersebut dilakukan di Peternakan Mandiri Sejahtera (Master), Dusun Sintokan, Wukirsari, Cangkringan, Sleman, DIY. "Dipilih di sini untuk uji coba dan buat jadi percontohan," kata ketua tim pelaksana, Parsaulian Siregar, Selasa (10/10/2023).

Alumni ITB-77 memang kerap menjadikan Peternakan Mandiri Sejahtera sebagai mitra binaan bersama-sama dengan Rumah Amal Salman sejak 2015. Pengembangan dan pembuatan perangkat dilaksanakan di Laboratorium Instrumentasi & Otomasi Industri, Program Studi Teknik Fisika, Fakultas Teknologi Industri ITB.

Hasil pengembangan kemudian diujicobakan dan diterapkan di lokasi peternak binaan Rumah Amal Salman di daerah Bandung dan di luar bandung. Terdapat dua alat yang diujicobakan, yakni perangkat IoT Qurban dan PLTS Atap.

 

Perangkat IoT Qurban yang dikembangkan meliputi Radio Frequency Identification (RFID) Ear Tag, RFID Reader, Thermo Scanner, timbangan ternak kurban, sistem mikrokontroler, web-server. Parsaulian menjelaskan perangkat IoT tersebut digunakan untuk memantau kondisi kesehatan hewan kurban.

"RFID ini yang paling penting, sama seperti e-KTP, e-KTP ditempelin di telinganya, fix, sehingga hanya bisa cacat kalau dirobek ini sudah melekat seumur hidup e-KTPnya. Kemudian ada timbangan untuk memantau bobot sama suhu," kata dia.

Parsaulian menjelaskan, dengan dipasangkannya perangkat IoT Qurban, maka kesehatan hewan kurban bisa terpantau hanya melalui ponsel.  Pemasangan perangkat IoT Qurban juga bertujuan agar para peternak melek teknologi.

"Rutinitasnya terbantu, dia harus meningkat pengetahuannya, termasuk meningkatnya adalah bagaimana dia bisa menggunakan teknologi," ungkapnya.

Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan hibah perangkat Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap (PLTS Atap). Peternak Mandiri Sejahtera menjadi penerima hibah tersebut.

Parsaulian mengungkapkan PLTS Atap merupakan energi terbarukan yang dianjurkan dan diprogramkan oleh pemerintah. Pemerintah bahkan telah memberikan insentif untuk penggunaan energi terbarukan.

"Energi listrik yang dihasilkan dapat digunakan untuk pompa air untuk keperluan ternak kurban, penerangan di rumah dan di masjid/mushala, sehingga anak-anak bisa belajar malam hari" kata dia.

Pemilik Peternakan Mandiri Sejahtera (Master) Yulianto menyambut baik adanya kegiatan tersebut. Menurutnya dengan  adanya  perangkat timbangan ternak memudahkan peternak menghitung bobot ternaknya yang selama ini dilakukan secara manual.

"Dengan teknologi ini kalau nanti kita aplikasikan sangat membantu karena domba itu hanya lewat, timbang terus direkap, terus data sudah langsung masuk," ujar dia.

Dulunya, Yulianto mengungkapkan, butuh bantuan lebih dari dua orang untuk menimbang satu ekor kambing. Dengan adanya timbangan ternak kurban tersebut kini hanya butuh dua orang untuk menimbang hewan ternaknya.

"Kalau dengan panel surya itu ya kita sangat terbantu dengan aplikasi itu, bisa menghemat listrik," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement