Sabtu 28 Oct 2023 12:12 WIB

Erick Thohir: Produsen Mobil Listrik Terbesar Dunia Ingin Investasi di Indonesia

Kerja sama pengembangan industri kendaraan listrik harus memberikan nilai tambah.

Rep: M Nursyamsi/ Red: Fernan Rahadi
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Ad Interim Erick Thohir usai menghadiri The Asian Creative & Digital Economy Youth Summit (ACE-YS) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (28/10/2023).
Foto: Republika/Muhammad Nursyamsi
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Ad Interim Erick Thohir usai menghadiri The Asian Creative & Digital Economy Youth Summit (ACE-YS) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (28/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Ad Interim Erick Thohir mengatakan produsen mobil listrik terbesar dunia, BYD, melihat potensi besar Indonesia dan berminat menjajaki kerja sama pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik dan energi hijau di Tanah Air. 

"Kemarin, saya juga mendampingi Presiden ketemu BYD, salah satu perusahaan di dunia yang sudah membuat 1,8 juta kendaraan listrik, mereka akan mendorong sampai tiga juta, teknologinya berbeda lagi, itu ada litium dan Ion yang di mana kita tidak punya data-data, bahan-bahan itu," ujar Erick saat menghadiri The Asian Creative & Digital Economy Youth Summit (ACE-YS) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (28/10/2023).

Baca Juga

Namun, lanjut Erick, Indonesia memiliki nikel, kobalt, mangan yang memiliki keunggulan daya tahan untuk negara-negara dengan empat musim. Untuk itu, Erick mengatakan produsen asal Cina itu sangat tertarik berinvestasi di Indonesia.

"(Dalam pertemuan kemarin), salah satunya kita bisa menjadi juga pusat untuk produksi mobil listrik untuk setir kanan, karena kan kita cukup besar populasinya," ucap Erick.

 

Erick menekankan kerja sama pengembangan industri kendaraan listrik juga harus memberikan nilai tambah bagi Indonesia, baik dari sisi pertumbuhan ekonomi maupun pembukaan lapangan kerja. Erick optimistis hal ini dapat terjadi melihat rencana investasi BYD yang cukup besar. 

"Ya harus yang saling menguntungkan karena kita perlu yang namanya penciptaan lapangan pekerjaan untuk masyarakat. Untuk nilai investasinya, mesti BYD yang ngomong," kata Erick. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement