Jumat 03 Nov 2023 20:59 WIB

Patroli Sterilisasi Pascakebakaran Masih Temukan Bara Api di Lereng Merbabu

Relawan gabungan sekaligus melakukan upaya pemadaman bara tersebut.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yusuf Assidiq
  Patroli sterilisasi api masih menemukan bara di kawasan hutan Taman Nasional Gunung Merbabu.
Foto: Dokumen
Patroli sterilisasi api masih menemukan bara di kawasan hutan Taman Nasional Gunung Merbabu.

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Patroli penyisiran pascakebakaran di lereng Gunung Merbabu, wilayah Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, masih menemukan sisa kebakaran yang masih membara di sejumlah titik.

Hal ini diketahui saat relawan gabungan personel Polsek Getasan, Koramil Getasan, petugas Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb),  dan Masyarakat Peduli Api (MPA) Getasan melakukan penyisiran di kawasan hutan BTNGMb yang sebelumnya terbakar.

“Saat dilakukan patrol kawasan hutan BTNGMb di wilayah Dusun Tajuk, didapati akar pohon pinus maupun semak belukar yang masih membara,” ungkap Kapolsek Getasan, Ipttu Ari Parwanto, di Getasan, Jumat (3/11/2023).

Menurut Ari, meskipun kegiatan Posko Induk Penanganan Kebakaran Gunung Merbabu telah ditutup, namun Polsek Getasan bersama Koramil, relawan MPA serta petugas BTNGMb tetap melakukan patroli dan sterilisasi api.

Dalam kegiatan hari ini, relawan gabungan ini masih menemukan beberapa sumber api yang berasal dari akar pohon pinus maupun akar semak semak pohon liar yang masih berpotensi memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Untuk itu, bersamaan dengan kegiatan patroli dan sterilisasi api ini relawan gabungan sekaligus juga melakukan upaya pemadaman bara tersebut. “Terlebih angin di sekitar lokasi masih cukup kencang, sehingga dimungkinkan dapat menimbulkan titik api baru,” jelasnya.

Kapolsek juga menyampaikan, mengingat masih adanya potensi yang dapat memicu terjadinya kebakaran, koordinasi juga dilakukan jajaran Polsek Getasan dengan relawan Batur Reaksi Cepat (BRC) untuk melaporkan setiap temuan maupun perkembangan yang terjadi.

Sejauh ini, Bhabinkamtibmas serta Babinsa Desa Batur, Kecamatan Getasan, masih melakukan patroli dan sterilisasi api, di wilayah kawasan hutan yang sebelumnya terbakar di Desa Batur bersama dengan para relawan BRC.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan para relawan di Desa Batur agar sekecil apapun potensi yang ditemukan dapat diantisipasi dengan cepat guna mencegah munculnya titik api baru, di lereng Merbabu,” tegas Ari.

Sementara itu, Wakapolres Semarang, Kompol Fandi Setiawan menambahkan, patroli gabungan yang melibatkan jajaran kepolisian masih dilakukan bersama dengan petugas BTNGMb serta para relawan.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan hari ini, jelasnya, memang masih ditemukan sejumlah objek yang masih membara, di kawasan hutan kawasan BTNGMb yang sebelumnya telah terbakar.

“Agar tidak memicu munculnya titik api atau bahkan memicu terjadinya kebakaran hutan lagi, temuan tersebut sudah diantisipasi oleh tim relawan gabungan dan jajaran Polsek Getasan,” ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement