Senin 20 Nov 2023 17:14 WIB

Kendalikan Inflasi, Pasar Murah Pemkot Malang Sasar Tingkat Kecamatan

Inflasi Kota Malang secara bulan ke bulan (mtm) pada Oktober tahun ini sebesar 0,26.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Yusuf Assidiq
Sejumlah warga mengantre membeli beras kualitas medium saat operasi pasar murah  (ilustrasi)
Foto: Antara/Syaiful Arif
Sejumlah warga mengantre membeli beras kualitas medium saat operasi pasar murah (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Diskopindag bersama Bulog, Perumda Tugu Tunas, serta Bagian Pisda menggelar pasar murah di kantor Kecamatan Kedungkandang, Senin (20/11/2023). Kegiatan ini bertujuan untuk mengendalikan inflasi di wilayah setempat.

Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, operasi pasar murah ini merupakan tindak lanjut dari hasil sidak yang dilakukan beberapa waktu yang lalu. "Sehingga harapannya permasalahan yang ditemukan saat sidak dapat terselesaikan dengan adanya pasar murah ini," kata Wahyu.

Selain sebagai tindak lanjut hasil sidak, pasar murah ini dimaksudkan sebagai upaya mengendalikan inflasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, tingkat inflasi Kota Malang secara bulan ke bulan (mtm) pada Oktober tahun ini sebesar 0,26.

Kemudian 2,65 untuk inflasi secara tahun ke tahun (yty). Sebagaimana diketahui, Pemkot Malang sebelumnya mengadakan sidak di Pasar Bunulrejo dan Pasar Oro-Oro Dowo.

Hasil sidak ini ditemukan terdapat beberapa permasalahan seperti ketersediaan stok dan harga khususnya harga gula. Karena itu, pihaknya langsung menindaklanjuti permasalahan tersebut dengan menggelar pasar murah.

Menurut Wahyu,  fokus pasar murah ini adalah bahan kebutuhan pokok di antaranya beras, gula, dan bahan kebutuhan pokok yang lain. Selanjutnya, gelaran pasar murah ini akan rutin diadakan di kecamatan yang lain.

Wahyu akan terus berkomitmen menjadikan kegiatan pasar murah ini sebagai pemecah masalah dalam menjaga kestabilan harga dan inflasi. Adapun berdasarkan peninjauannya dalam pasar murah kali ini, Wahyu menilai, animo masyarakat yang datang sangat tinggi.

Ia pun meyakini upaya ini akan dapat berjalan efektif memenuhi kemampuan daya beli masyarakat. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat terhadap bahan kebutuhan pokok dapat terjangkau dan terpenuhi.

Berdasarkan data https://siskaperbapo.jatimprov.go.id/harga/tabel per 20 November 2023, harga beras premium di pasar-pasar Kota Malang sekitar Rp 14.783 per kilogram (kg) sedangkan beras mediumnya sekitar Rp 11.450.

Kemudian untuk harga gula kristal putih Rp16.167 dan komoditas telur ayam ras sekitar Rp 26.583. Adapun harga cabai rawit merah sekitar Rp 77.833, cabai merah besar Rp 63 ribu, sedangkan cabai merah keriting Rp 67.500.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement