Rabu 29 Nov 2023 15:30 WIB

Pemprov DIY Siapkan Strategi Antisipasi Tekanan Inflasi Akhir Tahun

Pengendalian inflasi tidak hanya bagaimana menurunkan harga komoditas.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Yusuf Assidiq
Inflasi (ilustrasi)
Inflasi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Ibrahim mengatakan, terdapat beberapa faktor risiko meningkatnya inflasi sesuai dengan siklusnya tiap akhir tahun, termasuk di akhir 2023 dan Tahun Baru 2024 (nataru). Ibrahim menyebut laju inflasi pada Oktober 2023 masih terjaga pada sasaran target nasional yakni tercatat pada level 3,44 persen (yoy).

Meski begitu, risiko tekanan inflasi ini perlu diantisipasi menjelang Nataru. Terutama di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas pangan saat ini. "Seperti beras, aneka cabai, dan gula pasir yang (harganya) sedang naik, dan tekanan inflasi ini perlu diantisipasi," kata Ibrahim dalam High Level Meeting TPID DIY di Bantul, Selasa (28/11/2023).

Menurutnya, ada beberapa rekomendasi mitigasi seasonal yang dapat dilakukan dalam rangka menghadapi Nataru. Mulai dari meningkatkan efektivitas pelaksanaan pasar murah atau operasi pasar.

Pasar murah atau operasi pasar ini sendiri sudah dilakukan di sejumlah daerah di DIY menjelang Nataru. Selain itu, Ibrahim juga menyebut bahwa memperkuat data dan informasi terkait pasokan juga bisa menjadi salah satu antisipasi untuk menekan inflasi.

 

"Termasuk mendorong komunikasi efektif untuk belanja bijak," kata dia. Selain itu, untuk jangka panjang, mitigasi yang dapat dilakukan seperti penguatan kelembagaan Segoro Amarto,penguatan sisi supply, dan optimalisasi peran BUMD Taru Martani dalam pengelolaan komoditas pangan utama.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X juga menyebutkan, pengendalian inflasi tidak hanya bagaimana menurunkan harga komoditas. Namun, pengendalian inflasi juga harus mempertimbangkan harga yang diterima oleh petani, serta margin di tingkat distribusi dalam batas yang wajar.

"Pemerintah daerah dalam merencanakan upaya pengendalian inflasi diharapkan tidak melihat hanya dari satu sisi, tetapi secara holistik dan terintegrasi. Utamanya terkait kesejahteraan masyarakat DIY," ujarnya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement