Jumat 01 Dec 2023 20:49 WIB

Peringati Hari AIDS, Pemkab Bantul Susun RAD Penanggulangan HIV/AIDS

Tahun ini jumlah kasus HIV/AIDS di Bantul mencapai 132 orang,

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Yusuf Assidiq
HIV/AIDS. Ilustrasi
Foto: .
HIV/AIDS. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL - Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia 2023, Pemkab Bantul tengah menyusun rencana aksi daerah (RAD) untuk penanggulangan HIV/AIDS. RAD tersebut melibatkan lintas sektor, organisasi perangkat daerah (OPD) dari tingkat kabupaten hingga Kapanewon.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, dr Feranose Panjuantiningrum mengungkapkan, pada tahun ini jumlah kasus HIV/AIDS di Bantul mencapai 132 orang, dengan 37 di antaranya telah terjangkit AIDS.

"Kasus HIV/AIDS mencapai 132 sampai September 2023 dengan screening di 20.062 orang," ungkap dr Feranose kepada awak media, Jumat (1/12/2023).

Menurut dia, jumlah tersebut turun dibandingkan tahun lalu, meskipun jumlah screening meningkat. Jumlah temuan HIV di 2022 mencapai 160 orang, dan temuan AIDS mencapai 52 orang, dengan screening mencapai sekitar 17 ribu.

Untuk meningkatkan penanggulangan HIV/AIDS, Pemkab Bantul pada Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada Jumat (1/12/2023), menggelar rapat koordinasi lintas sektor untuk menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) penanggulangan HIV/AIDS.

Langkah strategis penanggulangan HIV/AIDS akan termaktub dalam RAD yang di dalamnya ada pembagian peran OPD sesuai tupoksinya masing-masing. Kegiatan juga diselaraskan dengan Permenkes penanganan HIV/AIDS 2022.

"Bagaimana strategi dan intervensi kuncinya, kita adaptasikan dengan kebutuhan kita di Bantul. Insya Allah tahun depan (RAD) mudah-mudahan sudah keluar," kata dr Feranose.

Ia mengungkapkan, intensifikasi penanggulangan HIV/AIDS juga terus dilakukan. Dengan menggalakkan screening di populasi berisiko, seperti pasien TB (tuberkulosis) dan PMS (penyakit menular seksual). Untuk pasien TB juga dicek HIV-nya, terutama pasien anak-anak.

"Kalau yang populasi kunci jelas sudah ada mobile visit secara rutin oleh puskesmas bersama dengan desa kalurahan setempat. Pada intinya lebih ke penguatan lintas komunitas untuk penentuan secara aktif melalui mobile visit," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement