Selasa 05 Dec 2023 10:21 WIB

Disdik Sleman Ungkap Penyebab Anak Putus Sekolah 

Diperlukan kolaborasi dan peran aktif dari berbagai pihak.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Fernan Rahadi
Anak  harus bekerja membantu orang tua, menjadi salah satu penyebab putus sekolah/ilustrasi
Anak harus bekerja membantu orang tua, menjadi salah satu penyebab putus sekolah/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ery Widaryana, mengungkapkan terjadinya putus sekolah dan tidak sekolah pada anak disebabkan oleh beberapa faktor, yakni faktor jarak, fasilitas, hingga biaya pendidikan. Untuk mengantisipasi terjadinya putus sekolah di Kabupaten Sleman, Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman mengadakan workshop penanganan anak putus sekolah dan anak tidak sekolah, di Hotel Prima SR, Sleman, Senin (4/12/2023).

Kegiatan tersebut menyasar 205 anak putus sekolah dan anak tidak sekolah di Kabupaten Sleman tahun 2023. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa program yang dimiliki Pemkab Sleman terkait hal ini bisa berjalan dengan baik, dan memberikan manfaat kepada anak-anak tersebut.

"Melalui penyelenggaraan workshop penanganan anak putus sekolah dan anak tidak sekolah ini, diharapkan dapat memberikan solusi konkret dan strategi untuk mengatasi masalah pendidikan yang dihadapi oleh anak putus sekolah dan anak tidak sekolah," ucapnya.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyebut permasalahan anak putus sekolah dan anak tidak sekolah harus ditangani dengan baik oleh berbagai pihak terkait. Terutama di era globalisasi seperti saat ini yang menuntut  tenaga kerja memiliki keterampilan semakin meningkat. 

 

"Bahkan program saya adalah anak kuliah, sampai sarjana. Kita sudah MoU dengan Amikom dan Unisa, dan ini akan kerja sama juga dengan UNY. Tahun ini ada hampir 600 anak yang kita kuliahkan, kita anggarkan 15 miliar," ungkapnya.

Selain itu menurutnya diperlukan kolaborasi dan peran aktif dari berbagai pihak, baik orang tua, lingkungan, pemerintah, dan lainnya agar program ini dapat berjalan dengan baik. Dengan begitu, diharapkan anak usia sekolah di Kabupaten Sleman dapat menjadi generasi unggul yang siap mendukung dan berkontribusi dalam pembangunan di Kabupaten Sleman nantinya.

Kegiatan ini diikuti oleh 80 orang yang terdiri dari satuan tugas (satgas) penanganan anak putus sekolah dan anak tidak sekolah, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja dan Sosial, Balai Latihan Kerja (BLK), Kemenag, Bapeda, MKKS SMP, K3S SD, Korwas TK, Korwas SD, Korwas SMP, Penilik LKP, Penilik PKBM, Penilik PAUD, Forum LKP, Forum PKBM dan PKK Pokja 2 Kabupaten Sleman.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber, diantaranya Bupati Sleman, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, DPRD Kabupaten Sleman, Ketua Satgas Anak Putus Sekolah dan Anak Tidak Sekolah, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement