Selasa 05 Dec 2023 20:19 WIB

Tangani Genangan, Pemkot Surabaya Optimalkan 75 Rumah Pompa Air

Upaya ini akan mempercepat aliran air menuju ke sungai atau laut.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Yusuf Assidiq
Sejumlah pengendara kendaraan bermotor melintasi banjir di Jalan Kalianak, Surabaya, Jawa Timur (ilustrasi)
Foto: ANTARA/Didik Suhartono
Sejumlah pengendara kendaraan bermotor melintasi banjir di Jalan Kalianak, Surabaya, Jawa Timur (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pemerintah Kota Surabaya mengoptimalkan 75 rumah pompa yang tersebar di seluruh wilayah untuk mengatasi genangan ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Kabid Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Windo Gusman Prasetyo mengatakan, rumah pompa sangat efektif mencegah terjadinya genangan saat turun hujan.

Sebab, kata dia, pengoptimalan rumah pompa akan mempercepat aliran air menuju ke sungai atau laut. "Secara perhitungan kami, dengan kondisi saluran air tidak ada rumah pompa itu debit air yang ada kecepatannya mengalir ke sungai atau laut lebih kecil daripada yang ada rumah pompa," kata Windo, Selasa (5/12/2023).

Windo menjelaskan, pembangunan rumah pompa di titik tertentu sudah melalui kajian dan perhitungan di lapangan. Misalnya, kata Windo, pembangunan Rumah Pompa Undaan.

Rumah pompa yang dibangun pada 2023 ini bertujuan membagi aliran air saat terjadi hujan deras di kawasan pusat kota. "Dengan adanya rumah pompa ini, jika tahun-tahun sebelumnya aliran air lari ke utara arah Tambak Wedi, maka harapan kami bisa membagi ke arah selatan, ke arah Kalimas," ujarnya.

Di tahun yang sama, pihaknya juga membangun rumah pompa di kawasan Bulak. Keberadaan rumah pompa ini bertujuan untuk mengatasi genangan yang selama ini terjadi di wilayah setempat. Karena saat hujan deras, aliran air di wilayah itu hanya mengalir ke Rumah Pompa Kenjeran I.

"Jadi kami membagi agar Rumah Pompa Kenjeran I tidak terlalu banyak beban yang diterima, yang akhirnya menghambat laju air. Maka kami mengharapkan Rumah Pompa Bulak bisa menyelesaikan genangan di wilayah Tambak Deres dan sekitarnya," ungkap dia.

Windo menambahkan, pada 2023, DSDBM Surabaya juga membangun Rumah Pompa MERR. Keberadaan rumah pompa ini nantinya akan membantu mengurangi debit aliran air yang menuju Rumah Pompa Kebon Agung.

"Juga ada Rumah Pompa Bozem Aquatic di wilayah Ketintang dan Rumah Pompa Kebraon. Di Kebraon II dan sekitar Jalan Durian itu cukup sering genangan terjadi saat musim hujan, maka kita bangunkan rumah pompa tersebut," katanya.

Windo melanjutkan, pihaknya juga membangun Rumah Pompa Gresikan, di wilayah Kecamatan Tambaksari. Pembangunan rumah pompa ini juga bertujuan mengatasi genangan saat musim hujan di kawasan Jalan Jagiran, Ploso Bogen, dan Gresikan.

"Kita juga melakukan perbaikan-perbaikan dan pemeliharaan pompa-pompa banjir di wilayah Surabaya, agar saat hujan bisa beroperasi secara maksimal," ujar dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement