Sabtu 09 Dec 2023 17:21 WIB

Antisipasi Gejolak Harga, 100 Ton Beras Cadangan Pemerintah Disiapkan

Saat ini Pemkab Semarang sedang menyiapkan beras cadangan pemerintah.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Fernan Rahadi
Beras (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com
Beras (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Menjelang perayaan hari Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) masyarakat tidak sekedar dihadapkan pada persoalan harga cabai yang terus melonjak.

Namun juga harga komoditas beras yang sejak pertengahan musim kemarau beberapa waktu lalu masih bertahan di level yang membebani daya beli masyarakat yang kurang mampu.

Sehingga sejumlah kebijakan harus digulirkan pemerintah daerah guna mengendalikan dan menstabilkan harga komoditas strategis dan penyumbang inflasi tersebut.

Baik melalui kegiatan operasi pasar, gerakan pangan murah (GPM) hingga program bantuan yang langsung diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Di Kabupaten Semarang, Pemerintah Kabupaten (pemkab) setempat telah menyiapkan beras cadangan pemerintah guna mengantisipasi kenaikan harga beras menjelang akhir tahun ini.

Bupati Semarang, H Ngesti Nugraha mengungkapkan, saat ini Pemkab Semarang sedang menyiapkan beras cadangan pemerintah.

“Nanti akan kita koordinasikan dengan Bulog agar beras cadangan pemerintah ini bisa disalurkan untuk masyarakat yang kurang mampu,” jelasnya di Ungaran, Kabupaten Semarang, Sabtu (9/12/2023).

Menurut Ngesti, beras cadangan pemerintah yang disiapkan oleh Pemkab Semarang tersebut total ketersediaanya mencapai sekitar 100 ton.

Di tengah lonjakan harga sejumlah komoditas pangan penyaluran beras cadangan kepada masyarakat yang kurang mampu ini, diharapkan juga akan mampu menekan inflasi di daerahnya.

Terlebih hingga menginjak pekan kedua bulan Desember 2023 ini sejulah komoditas pangan terpantau masih mengalami lonjakan harga di tingkat konsumen.

Tidak hanya beras dan cabai, namun juga telur ayam, bawang merah, bawang putih dan sejumlah komoditas kebutuhan lainnya.

"Sejauh ini harga dan ketersediaan masih terus kami monitoring dan kami pantau perkembangannya, diharapkan hingga akhir tahun nanti tidak ada yang bergejolak," katanya.         

Terpisah, Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jawa Tengah, July Emmylia menyampaikan, mengantisipasi lonjakan harga beras, Pemprov Jawa Tengah juga telah melakukan operasi pasar atau pasar murah untuk komoditas beras.

Meskipun belum dapat kembali ke level harga normal namun sudah mampu memberikan berdampak yang ditandai penurunan harga beras di tingkat konsumen sampai dengan hari ini. "Hasilnya harga beras kini mulai terintervensi dan berangsur-angsur sudah mengalami penurunan harga," jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement