Ahad 10 Dec 2023 11:36 WIB

Tiga Sumur Bor Dibangun Atasi Kekeringan di Selopamioro Bantul

Sumur bor tersebut berada di lokasi yang banyak bebatuan.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Yusuf Assidiq
Bantuan akses sumur bor dan air bersih (ilustrasi)
Foto: Dok. Web
Bantuan akses sumur bor dan air bersih (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (DPMK) Kabupaten Bantul tengah berupaya mengatasi kekeringan di Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, dengan membangun tiga sumur bor.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (DPMK) Bantul, Sri Nuryanti menjelaskan, saat ini pihaknya masih membangun satu sumur bor di Dusun Kalidadap 2 yang diperkirakan akan selesai pada akhir tahun ini.

"Di Kalidadap itu sedang pengeboran sumur, kemungkinan dua pekan lagi selesai," ujar Sri Nuryanti kepada Republika.

Menurut Sri, sumur bor tersebut berada di lokasi yang banyak bebatuan, sehingga pekerja sulit untuk mengebor sumur dalam sebulan terakhir dikerjakan. Padahal warga setempat sangat membutuhkan air.

 

Selain di Dusun Kalidadap 2, pihaknya juga akan menambah sumur bor untuk Kalurahan Selopamioro yang terletak di Dusun Nawungan pada tahun depan. Ini karena sumber air di dusun tersebut kondisinya keruh, sehingga perlu sumber air lainnya.

"Di Nawungan dimulai Januari. Di sana air minumnya sudah layak, tetapi airnya keruh," kata Sri. Pembuatan sumur bor diharapan dapat menyelesaikan masalah kekurangan air bersih di Kalurahan Selopamioro.

Menurut Lurah Selopamioro, Sugeng, selama musim kemarau panjang, bantuan dropping air terus berdatangan dari berbagai pihak. "Alhamdulillah untuk pekan ini (bantuan air) sudah dikatakan cukup, sudah 1,5 bulan kekeringan," ujarnya.

Ia menyebutkan warga yang kekurangan air bersih diperkirakan mencapai sekitar 700 Kartu Keluarga (KK). Rinciannya yaitu 11 RT di Dusun Kalidadap 1 dan Dusun Kalidadap 2, sementara di Dusun Srunggo 1, dan Dusun Srunggo 2 mencapai 10 RT.

Bantuan air yang berasal dari BPBD Bantul, Dinsos DIY, dan beberapa CSR lainnya dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan warga sehari-hari. Dari bantuan tersebut, setiap KK mendapatkan air bersih sekitar 10 liter per hari yang dimanfaatkan untuk kebutuhan makan, minum dan MCK.

Kendati begitu, ia berharap sumur bor yang dibangun oleh DPMK dapat selesai dalam waktu dekat, demi mengatasi persoalan krisis air di sana.

"Sekarang sudah prospektif dibuatkan sumur bor di Kalidadap. Sekarang (proses pengerjaan simur bor) sudah 2/3, hampir selesai,” ujar dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement