Senin 11 Dec 2023 21:56 WIB

Laka Cinomati, Dishub Bantul Upayakan Beri Peringatan Jalur Rawan di Google Maps

Jalur Cinomati Pleret - Dlingo sejak dulu merupakan jalur rawan kecelakaan.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Yusuf Assidiq
Google Maps
Foto: YouTube
Google Maps

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bantul akan berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Bantul untuk memberi peringatan rawan kecelakaan di jalur alternatif Cinomati Pleret – Dlingo di Google Maps.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul Singgih Riyadi menjelaskan bahwa jalur Cinomati Pleret - Dlingo sejak dulu merupakan jalur yang rawan kecelakaan, dan umumnya terjadi oleh pengendara dari luar kota.

"Kalau kendaraan DIY tahu jalur itu rawan kecelakaan, yang dari luar daerah itu korban Google Maps. Untuk itu, kami berupaya agar bisa menambahkan keterangan mengenai rawan kecelakaan di Google Maps," ujar Singgih saat dihubungi Republika, Senin (11/12/2023).

Menurut Singgih, awalnya Dishub berupaya agar jalur tersebut tidak dicantumkan dapat dilewati di Google Maps. Namun, setelah berkoordinasi dengan Diskominfo, ternyata jalur tersebut tidak bisa dihapus di peta dan hanya dapat dicantumkan keterangan mengenai rawan kecelakaan.

 

Saat ini pihaknya telah secara langsung berkoordinasi dengan Diskominfo Bantul agar keterangan tersebut dapat dicantumkan di Google Maps. "Kami ingin secepatnya (ada keterangan di Google Maps), karena sebentar lagi Nataru ada kunjungan wisatawan," ujarnya.

Dishub telah melakukan survei mengenai rambu-rambu peringatan kecelakaan di jalur tersebut, dan rambu-rambunya dinilai sudah cukup. Akan tetapi, untuk mengantisipasi banyaknya wisatawan dari luar daerah yang melewati jalan itu, pihaknya akan menempatkan personil untuk memberi peringatan kepada pengemudi.

Apalagi jalur tersebut tidak bisa dilalui kendaraan besar beroda enam seperti bus. "Di event tertentu, seperti pada saat Nataru kita tempatkan personil di sana, ada peringatan kalau jalan membahayakan," kata dia.

Sementara itu, Polres Bantul secara tegas melarang kendaraan berkapasitas besar melintas jalur alternatif Cinomati Pleret – Dlingo pasca insiden minibus maut yang mengakibatkan 1 penumpangnya tewas.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana menyatakan, larangan tersebut disampaikan untuk mencegah terjadinya insiden serupa. Sebab, spesifikasi jalan di jalur Cinomati tidak memungkinkan untuk dilintasi kendaraan-kendaraan berkapasitas besar.

"Kami mengimbau kendaraan besar dan berpenumpang banyak tidak melintas jalur Cinomati karena melihat dari (lebar) jalan yang tidak besar serta terjalnya tanjakannya," tegas Jeffry.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Cinomati Pleret - Dlingo Bantul, Sabtu (9/12/2023). Dalam kejadian ini satu orang tewas dan belasan korban lainnya mengalami luka-luka.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement