REPUBLIKA.CO.ID, GROBOGAN -- Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi mengatakan akan meminta pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum (PU), untuk melakukan pengerukan sedimentasi di Sungai Tuntang. Hal itu disampaikan saat memantau tanggul Sungai Tuntang yang jebol Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Selasa (17/1/2026).
"Sungai Tuntang ini sudah dua kali terjadi adanya jebol. Yang pertama dulu belakang itu pernah saya tinjau. Dan akibat daripada sedimen yang sangat tinggi, saya akan usulkan ke kementerian, karena itu kewenangan dari BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai), ini minimal kita normalisasi seperti Sungai Wulan," kata Luthfi.
Menurut Luthfi, penanggulangan tanggul jebol akan dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jateng berkoordinasi dengan BBWS. Jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Tinanding diketahui turut merusak akses jalan utama dari Kota Semarang menuju Purwodadi.
Karena jalan tersebut merupakan tanggung jawab provinsi, Luthfi mengaku telah memerintahkan Dinas PUPR Jateng untuk segera melakukan perbaikan. "Kalau perlu bikin jembatan sementara lewat Kodam dan Kodim yaitu jembatan aramco," ujar Luthfi.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Jateng, Henggar Budi Anggoro, menyampaikan jembatan aramco milik Provinsi Jateng sudah direlokasi dari Pati ke Desa Tinanding. Jembatan tersebut dijadwalkan tiba di lokasi pada Selasa malam.
"Targetnya, satu minggu kami yakin bisa menyelesaikan jembatan aramco," katanya.
Lihat postingan ini di Instagram