Kamis 14 Dec 2023 20:27 WIB

Nitilaku 2023 Angkat Tema Kenduri Kebangsaan, Sambut Dies Natalis UGM

Ini merupakan kegiatan rutin yang telah dilakukan sejak 2012.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Yusuf Assidiq
Konferensi pers terkait rangkaian kegiatan Nitilaku 2023 dalam rangka Dies Natalis ke-74 UGM di Gedung Pusat UGM, Sleman.
Foto: Febrianto Adi Saputro
Konferensi pers terkait rangkaian kegiatan Nitilaku 2023 dalam rangka Dies Natalis ke-74 UGM di Gedung Pusat UGM, Sleman.

REPUBLIKA.CO.ID,  YOGYAKARTA -- Menyambut Dies Natalis ke-74, Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan Nitilaku 2023 yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama). Adapun tema Nitilaku 2023 kali ini mengangkat tema 'Kenduri Kebangsaan Merajut Tenun ke-Indonesiaan'.

Rektor UGM Prof Ova Emilia mengatakan Nitilaku merupakan kegiatan rutin yang telah dilakukan sejak 2012 lalu. "(Nitilaku) merupakan wujud UGM lahir tidak hanya menara gading yang sendiri tetapi juga kebersamaannya dengan sekitar masyarakat, juga dengan keraton yang tentunya kaitannya dengan UGM sendiri yang disebut sebagai pusat kebudayaan," kata Ova di Gedung Pusat UGM, Kamis (14/12/2023).

Nitilaku juga membagikan inspirasi dan spirit perjuangan Universitas Gadjah Mada untuk berkarya dan berbakti pada bangsa. Selain itu, Nitilaku juga dipahami sebagai kegiatan kultural  historis dalam bentuk pawai sebagai simbol sejarah berdirinya Gadjah Mada.

"Insya Allah ini merupakan tradisi yang perlu kita lanjutkan sehingga generasi penerus mengetahui tentang makna dan sejarah adanya UGM dan bagaimana UGM dibentuk karakternya membentuk ke depannya," ujarnya.

Nitilaku 2023 terdiri berbagai rangkaian acara. Sejumlah kegiatan yang digelar selama pre event Nitilaku 2023 di antaranya lomba fotografi, webinar/sarasehan, dan aksi menanam pohon.

Kemudian rangkaian kegiatan di paralel event antara lain instalasi seni, pasar kangen, dan pasar UMKM. Sejumlah kegiatan lainnya seperti Alumni Mengabdi Awards, Rakernas Kagama, Kenduri Kebangsaan Doa Lintas Agama, dan kirab budaya menjadi highlight event kegiatan Nitilaku 2023.

Ketua Pokja Nitilaku 2022-2024, Bambang Paningron mengatakan, dalam Nitilaku tahun ini akan digelar doa bersama lintas agama di Balairung pada 16 Desember 2023 sore. Doa bersama digelar untuk mendoakan kedamaian bagi Indonesia di tahun politik saat ini.

"Mengingatkan masyarakat kembali untuk tidak terlalu emosional di dalam menghadapi keniscayaan-keniscayaan yang akan terjadi," ungkapnya.

Selain itu, dalam kegiatan Alumni Mengabdi Awards, UGM akan memberikan penghargaan kepada para alumni yang telah mengabdi dan memiliki peran luar biasa di masyarakat. Momentum Nitilaku dinilai menjadi saat yang tepat untuk memberikan apresiasi dan mendorong peran alumni untuk mengambil peran Migunani Tumraping Liyan.

"Akan ada lima penerima penghargaan," kata dia. Kirab Budaya akan digelar Ahad (17/12/2023) pukul 06:00 WIB. Kemudian beragam hiburan juga akan dihadirkan di panggung hiburan yang bertempat di Lapangan Pancasila UGM 16-17 Desember 2023.

Beberapa penampil yang akan memeriahkan panggung hiburan Nitilaku 2023 pada 16 Desember 2023 antara lain Petik Cantik Nusantara, Patrol IKPMJ Jember, Sound of Tedjo, Kagama Rock, Gamaband 80's, Neo Jibles, Paksi Band.

Sedangkan yang akan tampil di 17 Desember 2023 di antaranya Pascagama, The Kandang, Gamaband, Damara De, Woro Widowati, dan GS. Wakil Rektor UGM Arie Sudjito mengatakan kegiatan Nitilaku tidak hanya  melibatkan mahasiswa, namun juga melibatkan alumni.

Menurutnya alumni selama ini telah berkontribusi positif dalam mendorong transformasi yang dilakukan UGM. "Pelibatan sebagian besar alumni sangat penting dan selama kita menjalankan agenda Nitilaku, keaktifan para aluni itu tercermin dari banyak hal inisiatif-inisiatif mereka," kata Arie.

Ia berharap Nitilaku memberi pesan simbolik agar semangat kebangsaan dikedepankan. Universitas punya tanggung jawab secara moral untuk menjaga agar spirit kebangsaan terus hidup, tumbuh, berkembang sehingga cara pandang akademik juga punya makna secara sosial dan politik.

Ketua Panitia Dies Natalis ke-74 UGM, Prof Selo menambahkan, Dies Natalis ke-74 UGM mengangkat tema 'Transformasi Digital, Harmonisasi Inovasi, dan Kemanusiaan'. Tema tersebut berangkat dari kebergantungan manusia saat ini dengan teknologi dan internet.

Perubahan cara kerja tersebut dinilai akan mempengaruhi sosial dan budaya di masyarakat. "Oleh karena itu UGM mengangkat tema transformasi digital, tetapi jangan lupa juga bahwa kemanusiaan humanismenya ini juga harus tetap dipikirkan," ungkap dekan Fakultas Teknik UGM tersebut.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement