Rabu 20 Dec 2023 19:48 WIB

Kasus Covid-19 di Bantul Bertambah Jadi 15 orang

Sebanyak 38 tempat tidur untuk pelayanan isolasi pasien disiapkan.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Fernan Rahadi
Covid-19 (ilustrasi)
Foto: Dok. Freepik
Covid-19 (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Kasus Covid-19 di Kabupaten Bantul meningkat menjadi 15 orang dalam kurun waktu seminggu terakhir ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul Agus Tri Wisyantara menjelaskan, penambahan kasus tersebut merupakan data hingga Selasa (19/12/2023).

Baca Juga

"Untuk Covid, kemarin ada tambahan kasus, menjadi per hari ini pasien Covid isolasi ada 15 orang," ujar Agus saat dihubungi, Rabu (20/12/2023).

Dari 15 orang kasus positif tersebut, sebanyak empat pasien di antaranya dirawat di ruang isolasi RSUD Panembahan Senopati. Dinas Kesegatan telah melakukan koordinasi dengan sejumlah rumah sakit di Kabupaten Bantul untuk siap siaga dalam menghadapi lonjakan Covid-19.

 

RS diminta untuk kembali mempersiapkan ruangan-ruangan yang bisa dipergunakan untuk isolasi pasien-pasien Covid-19 yang bergejala dan memerlukan perawatan inap di rumah sakit.

Sementara itu, Direktur RSUD Panembahan Senopati dr Atthobari menjelaskan bahwa keempat pasien tersebut merupakan pasien komorbid atau memiliki penyakit bawaan.

"RSUD Panembahan Senopati merawat ada empat pasien Covid. Kondisi saat ini memang ada komorbid sehingga harus rawat inap, untuk sementara masih terkendali kondisi mereka," jelas dr Atthobari dalam konferensi pers di RSUD Panembahan Senopati, Kabupaten Bantul, Selasa (19/12/2023).

Ia menjelaskan, skrining pasien Covid-19 untuk saat ini hanya dilakukan pada pasien yang akan melakukan tindakan operasi juga pasien yang akan dipindahkan ke ruang rawat inap.

"Skrining kepada masyarakat umum belum melakukan, karena kita masih tahap kewaspadaan dan belum ada regulasi atau instruksi tindakan skrining, baru khusus pada pasien- pasien tersebut," tuturnya dr Atthobari.

Kendati begitu, untuk mengantisipasi peningkatan kasus Covid-19 dalam masa libur Nataru, pihaknya menyiagakan sebanyak 38 tempat tidur untuk pelayanan isolasi pasien apabila adanya kasus lonjakan Covid-19.

Sebanyak 38 tempat tidur tersebut berasal dari 22 tempat tidur yang disiapkan sebagai antisipasi awal. Rinciannya, jumlah tersebut berasal dari ruang isolasi reguler di ruang Baladewa dengan kapasitas empat tempat tidur dan bangsal lima dengan kapasitas 18 tempat tidur.

Kemudian apabila terjadi lonjakan kasus, RSUD akan menambah 16 tempat tidur lagi yang berasal dari unit instalasi lain. "Penyiagaan ruang isolasi di masing- masing unit atau instalasi. Total ada 10 tempat tidur dan 6 tempat tidur yang non rawat inap, baik IGD, ruang tindakan persalinan dan hemodialisa," jelasnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement