Selasa 06 Feb 2024 22:17 WIB

Berbagai Bantuan Disalurkan untuk Warga Terdampak Banjir di Grobogan

Pj Gubernur Jateng meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Grobogan.

Rep: Antara/ Red: Irfan Fitrat
Sejumlah anak berjalan di halaman masjid yang tergenang banjir di Desa Gubug, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (6/2/2024).
Foto: ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho
Sejumlah anak berjalan di halaman masjid yang tergenang banjir di Desa Gubug, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (6/2/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, GROBOGAN — Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Nana Sudjana meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Kabupaten Grobogan, Selasa (6/2/2024). Ia memastikan berbagai bantuan disalurkan untuk warga terdampak banjir.

Nana mengatakan, sejumlah bantuan sudah datang, seperti makanan anak, makanan siap saji, tenda, selimut, dan kasur. Ada juga bantuan berupa mobil kabin dan perahu. Selain itu, dapur umum pun sudah disiapkan.

Baca Juga

“Saat ini, bantuan baik dari Kemensos (Kementerian Sosial), pemprov, dari Pemkab Grobogan, sudah mulai datang. Dan tadi dapur umum sudah kami tengok. Sudah mulai memasak, semuanya akan diberikan kepada masyarakat-masyarakat yang terdampak,” ujar Nana.

Tanggul jebol

Upaya penanganan pun dilakukan untuk meminimalkan potensi banjir. Seperti penanganan tanggul sungai yang jebol. Dilaporkan ada tanggul sungai yang jebol di sejumlah titik. Nana mengatakan, sementara ini tanggul sungai yang jebol ditambal dengan karung pasir.

“Dengan surutnya (genangan banjir) ini, untuk menutup air yang masuk ke tanggul yang jebol menggunakan sandbag,” kata Nana.

Menurut Nana, penanganan jangka panjang tanggul sungai juga nantinya dilakukan. Termasuk memetakan tanggul sungai yang rawan jebol. Seperti di aliran Sungai Tuntang. Menurut dia, butuh kerja sama pemerintah daerah, juga pusat, untuk penanganan tanggul sungai ini.

“Tanggul Sungai Tuntang merupakan rangkaian beberapa kabupaten, mulai dari Rawa Pening, kemudian sampai ke Grobogan. Bahkan berdampak pula ke daerah Demak. Makanya kami akan telusuri dan kami pelajari lagi,” ujar Nana.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement