Kamis 08 Feb 2024 14:38 WIB

Banjir Melanda Lebih dari 100 Rumah di Kaliwates Jember

Selain banjir di Kaliwates, dilaporkan kejadian longsor di kecamatan lain.

Rep: Antara/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Banjir.
Foto: ANTARA/Hamka Agung
(ILUSTRASI) Banjir.

REPUBLIKA.CO.ID, JEMBER — Hujan deras memicu banjir di wilayah Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Berdasarkan pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, dilaporkan ada 119 rumah warga yang terdampak banjir.

Kepala BPBD Kabupaten Jember Widodo Julianto mengatakan, banjir dipicu hujan deras yang turun sejak Rabu (7/2/2024) sore hingga malam. Menurut dia, hujan membuat debit air sungai di wilayah Mangli, Kecamatan Kaliwates, meningkat.

Baca Juga

Widodo mengatakan, air dari saluran irigasi kemudian meluap dan masuk ke permukiman warga, dengan ketinggian genangan sekitar 10 sentimeter-90 sentimeter. Ada juga rumah yang tergenang dengan ketinggian air sekitar 20 sentimeter-40 sentimeter.

Rumah warga yang terdampak banjir berada di beberapa kelurahan wilayah Kecamatan Kaliwates, yakni Kelurahan Mangli, Sempusari, dan Kaliwates. “Selain ratusan rumah, banjir juga menggenangi beberapa fasilitas umum, seperti pesantren dan mushala, serta tempat usaha,” ujar Widodo, Kamis (8/2/2024).

Menurut Widodo, Tim BPBD Kabupaten Jember melakukan upaya penanganan di lokasi terdampak banjir. Ia mengatakan, pihaknya sudah mendistribusikan sejumlah bantuan, di antaranya paket bahan pokok, paket tambahan gizi, lauk-pauk, makanan siap saji, serta selimut dan alat bersih-bersih. Petugas BPBD turut membantu membersihkan rumah warga yang kebanjiran.

Selain banjir, dilaporkan terjadi kejadian longsor. Bencana tanah longsor terjadi di wilayah Desa Kemiri, Kecamatan Panti, yang mengakibatkan satu rumah terdampak ambrol bagian tembok dapurnya. 

Widodo mengatakan, BPBD terus memantau daerah rawan terdampak bencana. Warga juga diminta selalu waspada akan potensi bencana, yang antara lain bisa dipicu kondisi cuaca ekstrem. “Kami mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai terhadap cuaca ekstrem,” ujar dia. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement