Jumat 09 Feb 2024 17:23 WIB

Area Tanam Padi di Dempet Demak Kebanjiran, Dikhawatirkan Puso

Sekitar 1.400 hektare area tanam padi terdampak banjir di Kabupaten Demak.

Rep: Antara/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Sawah tergenang banjir.
Foto: Antara/Muhammad Bagus Khoirunas
(ILUSTRASI) Sawah tergenang banjir.

REPUBLIKA.CO.ID, DEMAK — Banjir yang terjadi di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, turut berdampak terhadap area tanam padi. Seperti di wilayah Desa Dempet, Kecamatan Dempet.

Kepala Desa Dempet, Suwondo, mengatakan, luas area tanam padi yang terdampak banjir di desanya mencapai sekitar 70 hektare. Padi yang tergenang banjir ini usianya berkisar 45 hari-60 hari.

Baca Juga

Menurut Suwondo, genangan banjir sampai menutup tanaman padi. Jika terus tergenang, dikhawatirkan tanaman padi rusak atau puso. “Tentunya tanaman yang tergenang hingga tidak terlihat hanya bisa bertahan dalam jangka waktu lima hari. Selebihnya tentu bisa puso,” kata dia.

Sementara tanaman padi yang siap dipanen, menurut Suwondo, kualitasnya bisa menurun karena kandungan airnya terlalu tinggi, sehingga harga jualnya pun turun.

 

Berdasarkan pendataan sementara Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, area tanam padi yang terdampak banjir ini tersebar di sejumlah daerah, dengan usia tanaman bervariasi. 

“Data sementara, untuk luas area tanaman padi yang tergenang sekitar 1.400-an hektare. Tentunya masih bisa bertambah karena daerah yang terdampak banjir juga semakin meluas,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak Agus Herawan, Jumat (9/2/2024).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak melaporkan ada sekitar 30 desa yang terdampak banjir. Desa terdampak banjir ini tersebar di tujuh kecamatan, yaitu wilayah Kecamatan Wonosalam, Karangtengah, Gajah, Karanganyar, Dempet, Karangawen, dan Kebonagung.

Agus mengatakan, pihaknya akan terus mendata lahan pertanian atau tanaman padi yang terdampak banjir. Jika ada yang sampai puso, menurut dia, nantinya akan diupayakan bantuan bagi petani terdampak.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement