Rabu 21 Feb 2024 16:33 WIB

Harga Beras di Pasar Beringharjo Meningkat Signifikan

Menurut Menthuk, kenaikan harga beras disebabkan karena gagal panen.

Rep: Nessa Kamalika/Daffa Dzaky Al Hakim/ Red: Fernan Rahadi
Pedagang melayani pembeli sayuran di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, beberapa waktu lalu.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Pedagang melayani pembeli sayuran di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA —  Kenaikan harga beras di Yogyakarta telah menjadi sorotan utama dalam beberapa waktu terakhir. Di Pasar Beringharjo, harga beras pada Selasa (20/2/2024) meningkat signifikan.

"Harga beras semua naik. Dari yang harganya Rp 13 ribu menjadi Rp 18 ribu. Harapannya semoga cepat turun lah, kasian pembelinya,” kata Menthuk, seorang pedagang sembako di Pasar Beringharjo.

Menurut Menthuk, kenaikan harga beras disebabkan karena gagal panen. "Naik karena gagal panen," kata Menthuk menambahkan.

Dampak dari kenaikan harga ini dirasakan oleh pedagang dan pembeli di Pasar Beringharjo. Para pedagang mengeluhkan penurunan jumlah pembeli karena banyak yang enggan membeli dengan harga yang lebih tinggi. Situasi ini membuat pedagang kesulitan menghabiskan stok beras yang ada.

 

Kenaikan harga beras ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti fluktuasi harga komoditas, biaya produksi yang meningkat, serta faktor eksternal seperti cuaca buruk dan gagal panen. Semua faktor ini berdampak pada pasokan dan aksesibilitas bahan makanan pokok bagi masyarakat.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyalurkan bantuan pangan ke 1.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Sleman di Gudang Bulog, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Senin (29/1/2024). Jokowi menegaskan bahwa bantuan pangan tersebut merupakan upaya pemerintah dalam rangka menanggulangi krisis pangan yang saat ini tengah melanda seluruh negara.

"Kenapa bantuan beras ini kita berikan, karena memang di seluruh dunia, di semua negara, harga berasnya terkerek naik semuanya. Naik, karena apa? Panennya banyak yang gagal, panennya banyak yang puso," kata Jokowi di Gudang Bulog Purwomartani, akhir Januari lalu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement