REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang memperkuat strategi komunikasi digital untuk meningkatkan transparansi layanan dan pengelolaan informasi publik di tengah arus informasi yang kian cepat.
Upaya tersebut dilakukan melalui workshop kehumasan yang digelar Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas internal dalam mengelola publikasi digital, termasuk penyusunan konten, manajemen isu, serta respons terhadap dinamika pemberitaan.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang Ari Widodo mengatakan, kanal digital kini menjadi salah satu rujukan utama masyarakat dalam memperoleh informasi layanan keimigrasian.
“Pengelolaan komunikasi digital perlu dilakukan secara profesional dan konsisten karena turut memengaruhi persepsi publik terhadap kinerja institusi,” ujar Ari dalam keterangan tertulis, Rabu (11/2/2026).
Selain aspek komunikasi, penguatan kapasitas juga dilakukan untuk pemahaman substansi tugas pengawasan di lapangan.
Pemanfaatan media digital dinilai tidak hanya berfungsi sebagai sarana publikasi kegiatan, tetapi juga instrumen akuntabilitas dan edukasi publik mengenai prosedur serta pengawasan keimigrasian.
Imigrasi Semarang menargetkan penguatan komunikasi tersebut dapat mendukung peningkatan kualitas layanan sekaligus efektivitas pengawasan di wilayah kerjanya.