Ahad 03 Mar 2024 22:25 WIB

Wali Kota Semarang Ajak Kelompok Tani Budi Daya Bawang Merah

Wali kota mengapresiasi panen bawang merah varietas Bima di Semarang.

Rep: Antara/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Panen bawang merah.
Foto: ANTARA/Anis Efizudin
(ILUSTRASI) Panen bawang merah.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Wali Kota Semarang, Jawa Tengah, Hevearita Gunaryanti Rahayu, mendorong kelompok tani mengembangkan budi daya bawang merah. Diharapkan semakin banyaknya area tanam bawang merah ini dapat memenuhi kebutuhan di Kota Semarang.

“Kami mendorong, jika di beberapa wilayah bisa ditanam bawang merah, tentu kebutuhan di Kota Semarang bisa terpenuhi dari wilayah sendiri,” kata wali kota yang akrab disapa Ita itu.

Baca Juga

Ita mengikuti panen bawang merah varietas Bima bersama Kelompok Tani Sumber Rezeki di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen, pada Jumat (1/3/2024). Bawang merah yang dipanen umurnya sekitar 62 hari. Ia mengapresiasi hasil panen bawang merah varietas Bima ini. “Bawangnya gede-gede, sangat luar biasa,” ujarnya.

Menurut Ita, Dinas Pertanian Kota Semarang juga membudidayakan bawang merah Bima di Kelurahan Wates, Kecamatan Ngaliyan, dengan hasil panen yang juga terbilang baik. Karenanya, ia berharap budi daya bawang merah ini bisa terus dikembangkan. “Semua harus tahu bahwa di Kota Semarang pun bawang merah bisa ditanam dan tumbuh baik,” kata Ita.

Ketua Kelompok Tani Sumber Rezeki, Marzuqi, mengaku hanya menanam bawang merah varietas Bima 10 kilogram sebagai bahan edukasi dan penelitian bagi pelajar atau mahasiswa. “Kami di kelompok tani mengedukasi mahasiswa dan pelajar yang ingin mengambil skripsi atau penelitian. Bahkan, bawang merah ini sengaja kami tanam untuk edukasi para mahasiswa,” kata dia.

Menurut Marzuqi, budi daya bawang merah miliknya menggunakan sistem semiorganik karena bawang merah tersebut masih butuh pupuk kalium yang sangat tinggi jika memakai sistem organik penuh. Meski demikian, kata dia, hasil dari satu sampel tanaman bawang merah bisa menghasilkan 35 rumpun, dengan perkiraan produksi per hektare mencapai sekitar 19,65 ton. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement