Senin 04 Mar 2024 21:50 WIB

36 Sapi di Sampang Terjangkit Penyakit LSD

Pemkab Sampang melakukan vaksinasi hewan ternak mengantisipasi penyebaran LSD.

Rep: Antara/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Sapi terjangkit lumpy skin disease (LSD).
Foto: ANTARA/Rahmad
(ILUSTRASI) Sapi terjangkit lumpy skin disease (LSD).

REPUBLIKA.CO.ID, SAMPANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Jawa Timur, melaporkan ada 36 sapi milik warga yang terjangkit penyakit lumpy skin disease (LSD). Sapi yang terserang LSD ini tersebar di sejumlah kecamatan.

“Temuan ini berdasarkan laporan masyarakat dan hasil pemantauan langsung mantri kehewanan dalam sebulan terakhir ini,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang, Suyono, Senin (4/3/2024).

Baca Juga

Merespons hal itu, Suyono mengatakan, pihaknya langsung menerjunkan tim untuk melakukan vaksinasi ternak sapi di kandang-kandang milik warga. Vaksinasi dilakukan mengantisipasi penyebaran penyakit itu. Karena persediaan vaksin terbatas, kata dia, pihaknya mengajukan bantuan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

Berdasarkan laporan terakhir, dari total 36 sapi yang terjangkit LSD, 30 di antaranya kini sudah sembuh setelah dilakukan perawatan khusus oleh tim penyuluh kehewanan.

 

LSD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan rentan menyerang sapi atau kerbau. Penyakit tersebut dicirikan dengan adanya benjolan pada kulit hewan ternak. Menurut Suyono, virus penyebab LSD dapat ditularkan melalui serangga penghisap darah, seperti nyamuk. Selain itu, melalui pakan dan air yang terkontaminasi, serta penularan langsung melalui saliva, sekresi hidung, dan air mani.

Penyakit LSD menyebabkan timbulnya benjolan atau bintik-bintik pada kulit hewan yang tertular. Diawali dengan bintik-bintik kecil dan keras, yang secara bertahap tumbuh ukurannya dan menjadi lembut, serta berisi cairan.

“Kulit di atas bintik-bintik tersebut dapat menjadi merah, membengkak, dan akhirnya mengalami ulserasi, yang kemudian dapat menyebabkan infeksi bakteri sekunder,” kata Suyono.

Menurut Suyono, dampak LSD sebenarnya tidak begitu berbahaya dibanding dengan penyakit mulut dan kuku (PMK). Hewan ternak yang terjangkit LSD juga bisa disembuhkan. “Hanya saja, langkah cepat pengobatan memang harus dilakukan untuk membantu sapi untuk mempercepat pemulihan dan meningkatkan daya tahan tubuhnya,” ujar dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement