Jumat 08 Mar 2024 16:50 WIB

Harga Cabai di Temanggung Melonjak

Kenaikan harga cabai disebut dipengaruhi berkurangnya pasokan dari petani.

Rep: Antara/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Cabai rawit.
Foto: Republika/Thoudy Badai
(ILUSTRASI) Cabai rawit.

REPUBLIKA.CO.ID, TEMANGGUNG — Harga sejumlah jenis cabai di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, dikabarkan melonjak. Kenaikan harga cabai itu disebut dipengaruhi berkurangnya pasokan dari petani.

Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Temanggung, Sumarno, mengatakan, harga cabai merah keriting kini sekitar Rp 45 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp 25 ribu.

Baca Juga

Adapun harga cabai rawit merah yang semula Rp 30 ribu per kilogram naik menjadi Rp 46 ribu. “Harga cabai di Kabupaten Temanggung terus merangkak naik karena pasokan dari petani berkurang,” kata Sumarno, Jumat (8/3/2024).

Sumarno mengatakan, produksi cabai mengalami penurunan karena dampak kondisi cuaca. “Menurunnya produktivitas sekitar 20 persen ini akibat pengaruh hujan. Banyak tanaman cabai milik petani terserang hama,” ujar dia.

Menurut Sumarno, pada kondisi normal, produksi cabai di Temanggung bisa mencapai sekitar sembilan ton hingga sepuluh ton per hektare. Karena dampak kondisi cuaca dan serangan hama, kata dia, produksi cabai berkurang menjadi sekitar delapan ton per hektare. 

“Pada musim hujan ini secara pengendalian hama penyakit juga bertambah. Pengeluaran petani untuk belanja pestisida, insektisida, maupun fungisida menjadi bertambah,” ujar Sumarno.

Sumarno mengatakan, meskipun ada penurunan produksi cabai, pihaknya menjamin ketersediaan komoditas tersebut untuk bulan Ramadhan hingga Idul Fitri mendatang. Ia mengatakan, luas tanaman cabai di Temanggung mencapai sekitar 9.500 hektare, yang tersebar di sejumlah kecamatan. Selain untuk memenuhi kebutuhan lokal, cabai dari Temanggung juga biasanya dikirim ke Jakarta.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement