Kamis 28 Mar 2024 12:54 WIB

Data Dampak Gempa, 600 Rumah di Pulau Bawean Sudah Dilakukan Asesmen

Asesmen rumah terdampak gempa di Bawean diharapkan rampung sebelum Lebaran.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Irfan Fitrat
Warga membereskan puing-puing rumah yang rusak akibat terdampak gempa di Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Ahad (24/3/2024).
Foto: ANTARA FOTO/Rizal Hanafi
Warga membereskan puing-puing rumah yang rusak akibat terdampak gempa di Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Ahad (24/3/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Asesmen kerusakan rumah warga yang terdampak gempa di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, masih berjalan. Diharapkan asesmen dapat dituntaskan sebelum Lebaran Idul Fitri 2024.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik Miko Herlambang mengatakan, asesmen rumah terdampak gempa itu dilakukan tim dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik. “Sudah 600-an rumah (yang selesai dilakukan asesmen),” kata dia kepada Republika, Kamis (28/3/2024).

Baca Juga

Miko mengatakan, proses asesmen dikebut, dengan harapan bisa rampung sebelum Lebaran. Untuk itu, tim yang melakukan asesmen ditambah. “Ini timnya sudah ditambah lagi. Ini teman-teman bergerak terus (melakukan asesmen) dari pagi sampai pagi,” kata Miko.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan, sejak gempa utama pada Jumat (22/3/2024), tercatat 327 kali gempa susulan (aftershock) yang turut berdampak terhadap wilayah Pulau Bawean hingga Rabu (27/3/2024). Sejumlah warga dikabarkan memilih tidur di luar rumah. Ada juga ribuan warga yang menempati pengungsian.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement