Rabu 17 Apr 2024 10:43 WIB

Dua Pekan, 25 Kejadian Bencana Terjadi di Jatim, Paling Sering Banjir

BPBD Jatim mengingatkan potensi cuaca ekstrem saat pancaroba.

Rep: Antara/ Red: Irfan Fitrat
Banjir di wilayah Kraton, Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (9/4/2024).
Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq
Banjir di wilayah Kraton, Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (9/4/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur (Jatim) mencatat 25 kejadian bencana terjadi selama dua pekan terakhir. Paling sering bencana banjir.

“Didominasi banjir dengan jumlah 14 kejadian, tanah longsor enam kejadian, dan angin kencang lima kejadian,” kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jatim Gatot Soebroto di Sidoarjo, Selasa (16/4/2024).

Baca Juga

Menurut Gatot, kejadian bencana yang terbilang menonjol adalah banjir di wilayah Pasuruan pada Selasa (9/4/2024), yang berdampak terhadap jalur utama Banyuwangi-Surabaya. Adanya genangan banjir sempat mengakibatkan kemacetan panjang di jalur nasional tersebut.

Selain itu, dilaporkan ada dua warga yang meninggal dunia. Salah satunya anak berusia dua tahun yang tenggelam terbawa banjir, serta warga dewasa yang tersengat listrik.

“Pada saat kejadian, TRC (Tim Reaksi Cepat)  BPBD Jatim juga bergerak cepat membantu proses evakuasi warga terdampak dengan perahu karet dan menyerahkan sejumlah bantuan, seperti makanan siap saji dan air mineral,” ujar Gatot.

Gatot mengimbau masyarakat di Jatim untuk tetap waspada akan potensi bencana. Saat ini, kata dia, masuk masa pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke kemarau. “Cuaca ekstrem dan angin kencang masih berpeluang akan terjadi,” kata dia.

Masyarakat diimbau selalu memantau perkembangan kondisi cuaca dan berhati-hati. “Jangan lupa, pantau informasi tentang cuaca, baik yang disampaikan BMKG atau yang kami sampaikan melalui media sosial atau lewat informasi lainnya,” ujar Gatot.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement