Rabu 17 Apr 2024 18:45 WIB

Longsor di Kaliori Purbalingga, Bongkahan Batu Besar Tutup Akses Jalan

Longsor juga mengakibatkan empat keluarga mengungsi.

Rep: Antara/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Longsor.
Foto: BPBD Purbalingga
(ILUSTRASI) Longsor.

REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, bersama petugas gabungan dan elemen masyarakat, masih menangani dampak longsor di Dusun Sawangan, Desa Kaliori, Kecamatan Karanganyar. Material longsor menutup akses jalan.

Kepala BPBD Kabupaten Purbalingga, Prayitno, mengatakan, bencana longsor yang dipicu hujan deras itu terjadi pada Ahad (14/4/2024). Menurut dia, longsor terjadi di tiga titik. Ia menjelaskan, longsoran menutup ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Kaliori dan Grugak.

Baca Juga

Ruas jalan yang tertimbun material longsor dilaporkan sepanjang sekitar 100 meter, dengan ketinggian berkisar dua meter hingga 20 meter. Menurut Prayitno, hingga kini petugas gabungan masih berupaya menyingkirkan material longsoran. Alat berat dikerahkan.

Petugas juga berupaya membuka akses jalan darurat. Pasalnya, ada kendala dalam menyingkirkan bongkahan batu yang terbawa longsor. “Berdasarkan hasil rapat koordinasi telah diputuskan untuk membuat jalan baru karena bongkahan batu berukuran besar yang menutup akses jalan yang tertimbun longsor tidak memungkinkan untuk dipindahkan,” kata Prayitno, Rabu (17/4/2024).

Longsor itu juga dilaporkan memutus aliran listrik dan air PDAM. Untuk jaringan listrik, kata Prayitno, sudah dilakukan penanganan. “Tim dari PLN Purbalingga juga telah memperbaiki jaringan listrik yang terputus akibat bencana tersebut,” ujar dia.

Menurut Prayitno, bencana longsor mengakibatkan empat keluarga, yang terdiri atas 14 jiwa, mengungsi. Ia mengatakan, pihaknya telah mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak longsor maupun sukarelawan yang terlibat dalam penanganan bencana tersebut. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga juga disebut sudah menyalurkan bantuan logistik untuk warga terdampak longsor.

Prayitno mengimbau warga tetap waspada akan potensi bencana. Terlebih, sudah ada peringatan dini dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca ekstrem hingga Kamis (18/4/2024). “Kami imbau semua pihak yang berada di lokasi bencana agar waspada terhadap potensi longsor susulan, khususnya di Bukit Kelir,” kata dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement