Rabu 17 Dec 2025 14:14 WIB

Kesiapsiagaan Warga Jadi Faktor Penting Kurangi Risiko Bencana di DIY

Fenomena cuaca ekstrem yang kerap muncul pada musim hujan perlu diantisipasi bersama.

Rep: Wulan Intandari/ Red: Fernan Rahadi
Eko Suwanto
Foto: Wulan Intandari
Eko Suwanto

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Memasuki puncak musim hujan, masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali diminta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, mengatakan peran aktif warga menjadi kunci penting untuk meminimalkan dampak bencana yang berpotensi terjadi di berbagai wilayah.

Bencana hidrometeorologi ini merupakan ancaman nyata yang dapat berdampak langsung pada keselamatan serta kondisi sosial ekonomi masyarakat. Eko menyebut fenomena cuaca ekstrem yang kerap muncul pada musim hujan perlu diantisipasi bersama, baik oleh pemerintah maupun warga.

"Hidrometeorologi itu fenomena cuaca atau proses alam yang bisa menyebabkan kerusakan dan kehilangan, baik nyawa maupun harta benda. Seperti hujan ekstrem, angin kencang, banjir, kekeringan, hingga kebakaran hutan," ujarnya, Rabu (17/12/2025).

Ia menjelaskan, sepanjang Januari hingga awal November 2025 telah terjadi sejumlah peristiwa yang patut menjadi perhatian bersama. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa potensi bencana di DIY masih cukup tinggi dan membutuhkan kesiapsiagaan yang berkelanjutan.

Menurut Eko, kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko bencana. Ia juga mendorong pemerintah daerah di semua tingkatan untuk terus memperkuat edukasi mitigasi agar masyarakat memahami langkah pencegahan dan penanganan yang tepat saat bencana terjadi.

"Pemerintah perlu terus melakukan edukasi agar masyarakat tangguh menghadapi bencana, tahu bagaimana langkah pencegahan dan penanganannya," ucapnya.

Selain kesiapan secara fisik dan pengetahuan, Eko juga mengajak masyarakat memanfaatkan teknologi informasi sebagai bagian dari upaya antisipasi. Ia menilai informasi cuaca yang akurat dapat membantu warga merencanakan aktivitas dengan lebih aman.

"Saya imbau warga mengunduh dan memantau aplikasi BMKG. Dengan begitu, bisa tahu kondisi cuaca terkini dan menyesuaikan rencana kegiatan agar lebih aman," katanya.

Eko juga mengingatkan agar masyarakat tidak memaksakan diri beraktivitas di luar rumah. Pembatasan aktivitas dinilai penting untuk mengurangi risiko kecelakaan maupun gangguan kesehatan.

"Kalau tidak terlalu penting, lebih baik tetap di rumah atau di tempat kerja. Kalau pun harus beraktivitas di luar, siapkan perlindungan dari hujan dan jaga daya tahan tubuh," ungkapnya.

"Mitigasi dan penanganan bencana harus menjadi prioritas. Pemerintah perlu memastikan seluruh perangkat siaga, mulai dari kesiapan peralatan, relawan, hingga jalur evakuasi," kata Eko.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement