Selasa 23 Dec 2025 20:52 WIB

Korban Tewas Kecelakaan Bus Cahaya Trans di Semarang akan Peroleh Santunan Rp50 Juta

Korban luka bakal memperoleh biaya perawatan yang besarannya maksimal Rp20 juta.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Karta Raharja Ucu
Keluarga korban menangis saat mendengarkan informasi  keluarganya menjadi salah satu korban meninggal kecelakaan bus PO Cahaya Trans di RSUD Kariadi, Semarang, Jawa Tengah, Senin (22/12/2025). Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Tengah dan tim forensik RSUD Kariadi telah mengidentifikasi sebanyak 16 jenazah penumpang korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans rute Jatiasih-Yogyakarta di ruas simpang susun pintu keluar Jalan Tol Krapyak, Semarang pada Senin (22/12) dini hari dan selanjutnya korban meninggal dunia telah diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman.
Foto: ANTARA FOTO/Makna Zaezar
Keluarga korban menangis saat mendengarkan informasi keluarganya menjadi salah satu korban meninggal kecelakaan bus PO Cahaya Trans di RSUD Kariadi, Semarang, Jawa Tengah, Senin (22/12/2025). Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Tengah dan tim forensik RSUD Kariadi telah mengidentifikasi sebanyak 16 jenazah penumpang korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans rute Jatiasih-Yogyakarta di ruas simpang susun pintu keluar Jalan Tol Krapyak, Semarang pada Senin (22/12) dini hari dan selanjutnya korban meninggal dunia telah diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jasa Raharja Jawa Tengah (Jateng), Dewi Ariyani Suzana, mengatakan, pihaknya akan memberikan santunan sebesar Rp50 juta kepada ahli waris dari seluruh korban tewas kecelakaan bus PO Cahaya Trans. Sementara para korban luka bakal memperoleh biaya perawatan yang besarannya maksimal Rp20 juta. 

"Jadi yang meninggal dunia masing-masing (memperoleh) Rp50 juta, yang luka-luka Rp20 juta maksimal," ungkap Dewi seusai menengok jenazah korban tewas kecelakaan bus Cahaya Trans di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr.Kariadi Semarang, Senin (22/12/2025). 

Dia mengungkapkan, dari 16 korban jiwa, 15 jenazah di antaranya berada di RSUP Dr.Kariadi. Sementara satu jenazah lainnya di Rumah Sakit Tugu Semarang. Menurut Dewi, sesaat setelah Jasa Raharja Jateng memperoleh informasi kecelakaan bus Cahaya Trans, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Selain itu, Jasa Raharja juga ikut melakukan pendataan para korban. Dewi mengatakan, pihaknya pun telah mendata ahli waris dari para korban jiwa. 

"Empat ahli waris di Klaten, empat ahli waris di Boyolali, empat ahli waris di Bogor, dua ahli waris di Yogya, satu ahli waris di Jakarta Timur, dan satu ahli waris di Banten," kata Dewi. 

Dia mengungkapkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng akan memfasilitasi pemulangan seluruh jenazah ke rumah duka masing-masing. "Tim Jasa Raharja akan membantu hingga mereka berangkat dari sini," ujarnya. 

Dewi mengaku prihatin atas insiden kecelakaan bus Cahaya Trans yang merenggut 16 korban jiwa. "Mewakili Jasa Raharja, kami mengucapkan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa bus Cahaya Trans dini hari tadi," ucapnya. 

Bus Cahaya Trans bernopol B 7201 IV terguling di simpang susun exit tol Krapyak, Kota Semarang, Senin, sekitar pukul 00:30 WIB. Bus tersebut bertolak dari Bogor, Jawa Barat, menuju Yogyakarta. Terdapat 34 orang, termasuk sopir dan kru, dalam bus tersebut. Insiden tersebut kini tengah diselidiki Unit Laka Polrestabes Semarang dibantu Ditlantas Polda Jateng.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement