Selasa 20 Jan 2026 22:36 WIB

PBTY Tahun Ini Digelar Saat Ramadhan, Pengunjung Bisa Ngabuburit dan Nikmati Takjil Gratis

PBTY 2026 digelar selama 7 hari dari 25 Februari hingga 3 Maret 2026 di Ketandan.

Rep: Wulan Intandari/ Red: Karta Raharja Ucu
Ketua Panitia PBTY 2026, Jimmy Sutanto saat menyampaikan terkait pelaksanaan PBTY tahun ini di Kompleks Kepatihan Yogyakarta.
Foto: Dok : Humas Pemda DIY.
Ketua Panitia PBTY 2026, Jimmy Sutanto saat menyampaikan terkait pelaksanaan PBTY tahun ini di Kompleks Kepatihan Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Pelaksanaan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) tahun 2026 akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Bertepatan dengan bulan suci Ramadhan 1447 H, panitia melakukan penyesuaian konsep agar perhelatan budaya yang dilaksanakan setiap kali menjelang Imlek ini tetap berlangsung meriah sekaligus selaras dengan suasana ibadah puasa.

Ketua Panitia PBTY 2026, Jimmy Sutanto, menyampaikan kawasan Ketandan yang menjadi lokasi perhelatan, juga akan disiapkan menjadi salah satu pilihan lokasi ngabuburit bagi masyarakat. Secara durasi dan lokasi, PBTY tetap digelar seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni selama tujuh hari penuh mulai 25 Februari hingga 3 Maret 2026 di kawasan Ketandan.

Baca Juga

"Seperti tahun-tahun sebelumnya, PBTY 2026 akan diselenggarakan selama 7 hari penuh, yakni mulai 25 Februari hingga 3 Maret 2026 di Ketandan. Dan dalam kegiatan ini, yang terpenting adalah bagaimana kami dapat merangkum semua unsur golongan maupun seni budaya untuk memiliki kebersamaan di kesempatan ini," ungkapnya, Selasa (20/1/2026).

Panitia juga tetap melakukan penyesuaian teknis, salah satunya terkait lokasi panggung utama. Jika sebelumnya berada di titik yang sama, tahun ini panggung budaya direncanakan berada di sekitar Jalan Suryatmajan untuk menyesuaikan kondisi kawasan dan arus pengunjung.

"Untuk bentuk dan lokasi tepatnya, masih akan kami rundingkan dan disesuaikan juga dengan kondisi lapangan," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Pelaksana PBTY 2026, Subekti Saputro Wijaya, menyampaikan PBTY tahun ini akan mengusung tema ‘Warisan Budaya Memperkuat Persatuan Bangsa’. Tema tersebut dipilih untuk menegaskan identitas Yogyakarta sebagai kota toleransi yang menjunjung tinggi keberagaman budaya dan kebersamaan lintas komunitas.

"Apa pun bentuknya dan dari manapun asalnya, semua apa yang kita punya sekarang ini tentu warisan yang perlu terus dilestarikan. Dan nanti ada satu hari khusus, yakni penyelenggaraan Malioboro Imlek Carnival pada Sabtu, 28 Februari 2026," ujarnya.

Ia mengungkapkan saat ini, panitia tengah merancang aktivitas, panggung, hingga stan kuliner agar dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai kegiatan menunggu waktu berbuka puasa. "Dan rencananya, kami juga akan menyediakan takjil bagi masyarakat di beberapa titik lokasi. Semoga PBTY 2026 bisa tetap berlangsung meriah di tengah bulan puasa," katanya.

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement