Kamis 29 Jan 2026 15:47 WIB

Siswa SMAN 2 Kudus Diduga Keracunan MBG, 64 Orang Dirawat

Para siswa mengalami pusing, diare, bahkan muntah.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Karta Raharja Ucu
Ilustrasi MBG. Puluhan siswa di SMAN 2 Kudus diduga keracunan MBG.
Foto: ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko
Ilustrasi MBG. Puluhan siswa di SMAN 2 Kudus diduga keracunan MBG.

REPUBLIKA.CO.ID, KUDUS -- Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi SMAN 2 Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng). Akibat kejadian tersebut, 64 siswa dirawat di rumah sakit. 

Kepala Cabang Dinas Wilayah III Disdikbud Jateng, Budi Santosa, mengungkapkan, kasus dugaan keracunan MBG di SMAN 2 Kudus muncul pada Kamis (29/1/2026) pagi. Para siswa mengalami pusing, diare, bahkan muntah. 

 

Gejala serupa turut dialami sejumlah guru, termasuk kepala sekolah. "Anak-anak yang seperti itu (mengalami gejala keracunan) langsung dikirim bapak/ibu guru ke puskesmas. Karena banyak, terus kita minta bantuan, berdatanglah ambulans," ungkap Budi ketika diwawancara. 

 

Menurut Budi, berdasarkan keterangan yang diperolehnya, para siswa telah mengalami gejala keracunan, terutama diare, sejak Rabu (28/1/2026) malam. "Bapak/ibu guru sudah merasa perutnya kok diare gitu, tapi tidak bisa menyimpulkan kalau itu dari MBG. Begitu pagi ke sekolah, ternyata para siswa mengalami hal yang sama," ucapnya. 

 

Karena itu, Budi mengatakan, sementara ini, dugaan keracunan makanan yang dialami para guru dan siswa SMAN 2 Kudus disebabkan menu MBG yang disajikan pada Rabu. Budi mengungkapkan, Rabu lalu, para siswa, termasuk guru, mengonsumsi MBG pada siang hari. Menunya adalah soto ayam dan ayam suwir. 

 

"Tapi memang ketika dirasa, rasa sotonya sama ayam suwirnya sudah kecut," kata Budi seraya menambahkan MBG di SMAN 2 Kudus diolah SPPG Purwosari. 

 

Menurut Budi, akibat dugaan keracunan MBG tersebut, 64 siswa harus dirawat di beberapa rumah sakit. "Dinkes luar biasa langsung gerak cepat. Langsung datang ke sekolah, terus mengirim anak-anak ke puskesmas dan rumah sakit," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement