Kamis 05 Feb 2026 15:05 WIB

Program MBG Tetap Berjalan Selama Ramadhan, PGSD UNU Jogja Tekankan Pendekatan Edukatif

Mahasiswa calon guru dibekali pemahaman tentang perkembangan anak.

Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta.
Foto: dok unu yogyakarta
Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Badan Gizi Nasional (BGN) menetapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadhan dengan skema khusus yang telah disesuaikan. Kebijakan ini memerlukan pendekatan berbeda, terutama bagi siswa sekolah dasar yang menjalankan ibadah puasa.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Program Studi (Jurusan) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU Jogja), Dr Murdianto, menilai pelaksanaan MBG di bulan Ramadhan tetap penting sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan gizi anak usia sekolah. Namun, ia menekankan perlunya penyesuaian di lingkungan pendidikan agar program pemerintah berjalan selaras dengan proses pendidikan keagamaan di sekolah.

Guru Menjadi Teladan dalam Pendidikan

Dalam konteks pembelajaran selama Ramadhan, guru dituntut bijak menyikapi perbedaan kondisi siswa, termasuk latar belakang agama yang beragam. Guru berperan menanamkan nilai saling menghormati, khususnya dalam menyikapi siswa yang menjalankan puasa maupun yang tidak.

“Guru perlu mengajarkan sikap saling menghormati, terutama kepada anak dengan keyakinan berbeda. Bagi anak Muslim, puasa sebelum usia baligh adalah bagian dari proses pendidikan, sekaligus pembelajaran tentang toleransi," jelasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya penguatan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian guru. Pendekatan pembelajaran konstruktivistik dinilai relevan diterapkan, di mana proses belajar berlangsung secara kolaboratif dan kooperatif sehingga siswa dari berbagai latar sosial, agama, gender, dan budaya dapat saling memahami.

Mahasiswa Jurusan PGSD Dibekali Pemahaman Perkembangan Anak

Isu ini turut menjadi bagian dari pembelajaran di jurusan PGSD UNU Jogja. Mahasiswa calon guru dibekali pemahaman tentang perkembangan anak, manajemen kelas, serta pendekatan pembelajaran yang adaptif terhadap kondisi sosial dan budaya.

“Calon guru perlu melihat kebijakan pendidikan bukan hanya dari sisi aturan, tetapi juga dampaknya bagi anak. Mahasiswa belajar bersikap profesional sekaligus empatik," katanya.

Melalui pendekatan pembelajaran kontekstual, jurusan PGSD UNU Jogja sebagai universitas di Jogja berkomitmen menyiapkan calon guru sekolah dasar yang mampu merespons dinamika kebijakan pendidikan, termasuk program gizi sekolah, secara bijak, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan anak. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement