Jumat 06 Mar 2026 09:51 WIB

Pemda DIY Pastikan Stok Pangan Aman Sampai Lebaran, Warga Diminta tak Panic Buying

Stok beras pemerintah saat ini dalam kondisi sangat melimpah.

Rep: Wulan Intandari/ Red: Karta Raharja Ucu
Konferensi pers terkait Hasil Pemantauan TPID Menjelang Idul Fitri 1447 H/2026 M di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (4/3/2026).
Foto: Republika/ Wulan Intandari
Konferensi pers terkait Hasil Pemantauan TPID Menjelang Idul Fitri 1447 H/2026 M di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (4/3/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemerintah Daerah DIY memastikan ketersediaan bahan pangan pokok dalam kondisi aman hingga Idul Fitri 2026. Masyarakat pun diimbau untuk tetap berbelanja secara rasional dan tidak melakukan panic buying.

Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti menyampaikan, pasokan komoditas pangan strategis tersedia dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Lebaran Idul Fitri 1447. "Pasokan komoditas pangan strategis di DIY masih tersedia dan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Idul Fitri. Volume permintaan masih dalam kondisi stabil dengan peningkatan yang diproyeksikan terjadi pada H-10 dan itu telah kami antisipasi melalui pembuatan stok beserta koordinasi distribusi," ujarnya dalam konferensi pers Hasil Pemantauan TPID Menjelang Idul Fitri 1447 H/2026 M, Rabu (4/3/2026).

Baca Juga

Ni Made memproyeksikan, peningkatan volume permintaan pangan di DIY pada H-10 sebelum Lebaran. Menurutnya, volume permintaan bahan pangan di DIY saat ini masih relatif stabil. Meski begitu, Pemda DIY tetap menyiapkan langkah antisipasi dengan memperkuat stok serta memperketat koordinasi distribusi bahan pangan di seluruh wilayah.

"Kami akan mengintensifkan pemantauan harga dan stok komoditas utama, baik pada stok pemerintah, gudang distributor, pasar tradisional, ritel modern, hingga tingkat produsen," ungkapnya.

Dalam pengawasan tersebut, TPID juga menggandeng Satgas Pangan dan aparat penegak hukum guna mencegah praktik penimbunan maupun gangguan distribusi yang berpotensi memicu kenaikan harga. Pemerintah juga memastikan distribusi bahan pangan tetap lancar, khususnya di wilayah yang berpotensi mengalami kemacetan.

"Untuk memastikan kelancaran distribusi di wilayah rawan kemacetan dengan memprioritaskan kendaraan pengangkut bahan pangan melalui koordinasi bersama kepolisian dan dinas perhubungan," ujarnya.

Pemda DIY juga menggunakan strategi 4K dalam menjaga stabilitas pangan yakni ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. "Ketika pasokan aman dan harga stabil, daya beli terjaga, pelaku usaha kecil tetap produktif, dan aktivitas ekonomi tumbuh dengan sehat," kata Ni Made.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement