Jumat 03 Jul 2026 15:12 WIB

Sultan HB X Minta Pendaki tak Nekat Naik Gunung Merapi, Status Masih Siaga

Keselamatan harus menjadi prioritas mengingat aktivitas vulkanik Merapi.

Rep: Wulan Intandari/ Red: Karta Raharja Ucu
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubuwono X menanggapi ramainya keluhan terkait program MBG selama bulan Ramadhan.
Foto: Wulan Intandari
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubuwono X menanggapi ramainya keluhan terkait program MBG selama bulan Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengimbau wisatawan dan pendatang agar tidak nekat mendaki Gunung Merapi yang hingga kini masih berstatus Level III atau Siaga. Menurut Sultan, keselamatan harus menjadi prioritas mengingat aktivitas vulkanik Merapi masih berpotensi membahayakan pendaki.

"Harapan saya bagi turis, ya bagi pendatang, dalam arti dia memang mau berwisata, nah itu saya mohon memang jangan naik ke atas (Gunung Merapi -Red)," katanya, Kamis (2/7/2026).

Baca Juga

Sultan menilai masyarakat yang tinggal di lereng Merapi umumnya sudah memahami karakteristik gunung api tersebut, termasuk mengetahui batas-batas wilayah yang aman. Karena itu, masyarakat setempat dinilai lebih memahami kondisi lapangan dibandingkan wisatawan.

Namun, kondisi itu berbeda dengan wisatawan dari luar daerah yang belum tentu mengetahui perkembangan aktivitas Merapi. "Warga sekitar Merapi itu paham dan dia enggak mau turun, karena hanya mengalir saja dari atas dua kilo (kilometer) sampai dua setengah kali gak sampai pemukiman dan mereka sudah tahu," katanya.

"Tapi pendatang yang belum, ya sekadar mau bervakansi, berlibur, lah belum tentu tahu kalau ada aktivitas Merapi. Ya hati-hati, sementara ini jangan naik, gitu aja," ujarnya.

Sultan juga menegaskan, informasi mengenai kondisi terkini Gunung Merapi sepenuhnya menjadi kewenangan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). Menurutnya, masyarakat di lereng Merapi selama ini mengetahui bahwa ancaman aktivitas gunung masih berada di kawasan atas dan belum menjangkau permukiman.

Berita Lainnya

Rekomendasi