Jumat 10 Jul 2026 23:55 WIB

14 Kabupaten di Jateng Mulai Hadapi Kekeringan

Bantuan air bersih menjadi prioritas untuk disalurkan ke daerah-daerah terdampak.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Karta Raharja Ucu
Ilustrasi kekeringan.
Foto: ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
Ilustrasi kekeringan.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Setidaknya 14 kabupaten di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mulai menghadapi kekeringan. Bantuan air bersih menjadi prioritas untuk disalurkan ke daerah-daerah terdampak. 

"Sudah ada kalau tidak salah di 14 kabupaten," ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan, ketika ditanya soal pantauan kekeringan yang terjadi di wilayah Jateng, Jumat (10/7/2026). 

Dia mengatakan, lima daerah yang paling terdampak kekeringan yaitu Klaten, Banjarnegara, Klaten, Cilacap, dan Purbalingga. Menurut Bergas, daerah seperti Klaten memang "langganan" menghadapi kekeringan. Hal itu karena daerah tersebut berada di sekitar pegunungan. 

"Kalau sudah seperti ini, daerah atas agak kesulitan air. Memang selama ini kalau terjadi musim kemarau pasti kekurangan air bersih," kata Bergas. 

Dia menjelaskan, beberapa tahun lalu sudah dilakukan upaya geolistrik, yakni metode survei geofisika untuk mendeteksi lapisan air tanah berdasarkan pengukuran resistivitas di bawah permukaan. "Ternyata di bawahnya memang tidak ada sumber air yang bisa diambil," ucapnya. 

Bergas mengungkapkan, untuk penanganan kekeringan di daerah dengan karakteristik geografis semacam itu, langkah yang bisa ditempuh adalah dengan mendistribusikan bantuan air bersih. Menurut dia, secara keseluruhan, pemerintah kabupaten/kota di Jateng telah menyiapkan 129 juta liter air bersih untuk disalurkan ke daerah-daerah terdampak kekeringan.

"Jadi masing-masing kabupaten/kota, itu sudah mempersiapkan ketersediaan air sampai 129 juta liter," ujar Bergas. 

 

Berita Lainnya

Rekomendasi