REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Padukuhan Ngunan-unan, Desa Srigading, Sanden, Bantul, kini tengah memantapkan langkahnya bertransformasi menjadi Kampung Proklim Lestari. Upaya ini diperkuat melalui program pendampingan kapasitas yang diinisiasi oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Tim PkM UAD yang dipimpin oleh Dr Dini Yuniarti beranggotakan Marsudi Endang Sri Rejeki dan Ir Utaminingsih Linarti, serta melibatkan tiga mahasiswa dari Program Akuntansi, Manajemen, dan Ilmu Komunikasi FEB UAD. Sinergi ini bertujuan untuk mendorong Ngunan-unan dari status Proklim Utama Nasional menuju status tertinggi, yakni Proklim Lestari.
Ketua Tim PkM UAD, Dr Dini Yuniarti, menyampaikan bahwa pendampingan ini mencakup aspek teknis lingkungan hingga manajemen kelembagaan. "Kami melakukan penguatan kapasitas dari hulu ke hilir. Tidak hanya soal adaptasi mitigasi perubahan iklim, tetapi juga bagaimana masyarakat mandiri secara ekonomi dan administrasi," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (10/7/2026).
Rangkaian Kegiatan Strategis
Pendampingan yang dimulai sejak akhir 2025 ini meliputi beberapa milestone penting. Pada 23 Desember 2025, tim mendampingi proses monitoring dan evaluasi (Monev) dari DLH Pusat untuk memastikan kesesuaian progres Ngunan-unan sebagai penerima status Proklim Utama.
Memasuki tahun 2026, fokus beralih pada keberlanjutan program melalui penyusunan proposal CSR Pertamina pada Februari 2026. Selain itu, kolaborasi dengan DLH Bantul dipertajam melalui penyusunan format pendampingan khusus menuju kriteria ‘Lestari’.
Inovasi Pengelolaan Sampah Makanan
Tak hanya soal status, program ini menyentuh aspek rumah tangga melalui inovasi pengelolaan limbah. Kelompok Wanita Tani (KWT) Mugi Rahayu menjadi garda depan dalam sosialisasi Material Flow Analysis (aliran material) untuk sampah makanan.
Warga diajarkan untuk memilah, menggolongkan, dan mengukur sampah makanan rumah tangga secara langsung. Hasilnya, kapasitas produksi terkait pemanfaatan aliran sampah makanan meningkat drastis dari 10 persen hingga mencapai 55 persen.
Dukuh Ngunan-unan, Endartono, menyambut positif kolaborasi ini.
Menurutnya, keterlibatan akademisi dan instansi pemerintah seperti DLH Bantul memberikan kepercayaan diri bagi warga untuk menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan. "Kami tidak hanya menjaga alam, tapi juga belajar mengelola potensi ekonomi dari limbah," kata Endartono.
Dukung Capaian SDGs
Program PkM ini selaras dengan pencapaian beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 15 (Ekosistem Daratan), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Dengan meningkatnya pemberdayaan mitra dan layanan pendampingan desa, Padukuhan Ngunan-unan optimis dapat segera mengukuhkan diri sebagai Kampung Proklim Lestari kebanggaan masyarakat Bantul.