Jumat 18 Sep 2026 22:27 WIB

Kepala Bapenda Jateng: Kendaraan Listrik Bebas Pajak, Tapi Kalau Jalan Rusak Muring-Muring

Pembelian kendaraan listrik tak berkontribusi untuk PAD.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Karta Raharja Ucu
Penggunaan kendaraan listrik untuk mengurangi polusi udara dinilai tidak tepat. (ilustrasi)
Foto: republika.co.id
Penggunaan kendaraan listrik untuk mengurangi polusi udara dinilai tidak tepat. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Muhamad Masrofi mengungkapkan, dia berharap pameran otomotif seperti GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) dapat mendorong penjualan mobil konvensional. Hal itu karena pembelian kendaraan listrik tidak memberikan kontribusi apa pun bagi pendapatan asli daerah (PAD).

Masrofi mengatakan, dia menyambut akan digelarnya kembali GIIAS di Kota Semarang pada akhir bulan ini. Menurutnya, pameran otomotif terbesar di Indonesia itu berpotensi mendongkrak penjualan kendaraan motor baru, khususnya mobil.

Baca Juga

“Tapi kalau kami menginginkannya yang banyak adalah penjualan kendaraan konvensional. Karena kalau kendaraan listrik, tidak ada kontribusi satupun untuk sekarang. Karena apa? Masih ada relaksasi. Insentif fiskal, nol,” kata Masrofi ketika memberikan sambutan dalam acara konferensi pers penyelenggaraan GIIAS Semarang 2026 di Kota Semarang, Rabu (16/9/2026). 

Dia menjelaskan, pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) termasuk dalam komponen penting untuk PAD. “Jadi kalau beli mobil listrik, sudah tidak bayar pajak, tidak bayar BBNKB, tapi kalau jalannya berlubang, muring-muring, marah,” ujarnya.

Saat diwawancara seusai konferensi pers, Masrofi mengungkapkan, target PAD Pemprov Jateng dari PKB pada 2026 adalah Rp4,3 triliun. “Sampai saat ini sudah tercapai Rp2,47 triliun atau 56,56 persen,” kata dia. 

Sementara target PAD Pemprov Jateng dari BBNKB tahun ini adalah Rp2,1 triliun. Menurut Masrofi, hingga September 2026, target penghimpunan sudah mencapai 64 persen.

GIIAS akan kembali digelar di Kota Semarang, Jawa Tengah, tepatnya di Muladi Dome Universitas Diponegoro, pada 30 September-4 Oktober 2026. Sebanyak 19 merek kendaraan bermotor dan 22 industri pendukung industri otomotif bakal hadir serta memamerkan produk mereka dalam acara tersebut.

Berita Lainnya