
Oleh: Prof Ema Utami (Direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Amikom Yogyakarta)
REPUBLIKA.CO.ID, Senin pagi, 21 September 2026, suasana kampus terasa berbeda dari biasanya. Mahasiswa baru mulai memasuki rangkaian Penggalian Potensi Mahasiswa (PPM) 2026 yang mengusung tema 'The Journey Begins: Nyalakan Aksi, Tembus Batas.' Wajah-wajah segar, semangat yang membuncah, dan riuh berbagai aktivitas menjadi penanda bahwa perjalanan akademik mereka telah resmi dimulai.
Namun, bagi sebuah perguruan tinggi, awal tahun akademik bukan hanya riuhnya cerita tentang menyambut mahasiswa baru. Di balik itu, berbagai aktivitas akademik dan tata kelola terus berjalan beriringan. Dosen kembali bersiap memasuki ruang kelas, kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PkM) memasuki tahapan evaluasi serta pertanggungjawaban, sementara jajaran pimpinan menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan seluruh proses berjalan dengan baik.
Pekan ini, misalnya, di sela rangkaian PPM, kami di LPPM mengikuti diskusi dan tanya jawab bersama Tim BPK secara daring terkait konfirmasi data penelitian dan PkM pada perguruan tinggi swasta. Rangkaian tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyamaan persepsi bagi para reviewer Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Hilirisasi Riset Prioritas Tahun 2026, sekaligus sosialisasi tata cara penilaiannya melalui aplikasi Hiliriset.
Di sisi lain, denyut pembelajaran akademik juga mulai berdetak. Sebagai dosen, saya kembali menyapa para mahasiswa S2 Informatika dalam mata kuliah Research Methodology, baik di kelas reguler maupun kelas Penyelenggaraan Jarak Jauh (PJJ) pada Rabu, 23 September 2026 ini. Kamis besok, 24 September 2026, giliran saya bertemu dengan mahasiswa program doktor (S3) Informatika dalam mata kuliah Metodologi Penelitian dan Filsafat Ilmu.
Sekilas, berbagai agenda tersebut tampak sebagai aktivitas yang terpisah dengan fokus yang berbeda-beda. Namun jika ditarik benang merahnya, semuanya berada dalam satu siklus yang sama, yakni belajar, meneliti, mengevaluasi, dan kembali belajar. Awal tahun akademik pun menjadi momentum ketika berbagai peran di perguruan tinggi kembali bergerak, masing-masing dengan tugas dan tanggung jawabnya.
Rangkaian itu menunjukkan bahwa kehidupan perguruan tinggi tidak pernah benar-benar berhenti. Ketika satu gelombang mahasiswa baru memulai perjalanan, mahasiswa pada jenjang yang lebih tinggi sedang melanjutkan tahapannya. Ketika dosen melangkah ke ruang kelas, di ruang lain sebuah penelitian sedang dievaluasi. Dan ketika evaluasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2026 dibahas di tingkat pimpinan bersamaan dengan persiapan perkuliahan jenjang D3 dan S1, seluruh elemen kampus sesungguhnya sedang bergerak dalam satu ekosistem yang saling terhubung.
Mungkin inilah yang membuat dinamika perguruan tinggi selalu hidup. Berbagai aktivitas berjalan sejajar, tetapi sesungguhnya bermuara pada tujuan yang sama, yakni memastikan proses pendidikan terus bergerak dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna.
Bagi mahasiswa baru Universitas Amikom Yogyakarta, PPM 2026 dengan tema 'The Journey Begins' menjadi penanda bahwa perjalanan mereka kini benar-benar telah dimulai. Ada ruang kelas yang menunggu untuk dihidupkan dengan diskusi, ilmu yang harus dipelajari, pertanyaan kritis yang harus diajukan, dan berbagai pengalaman yang perlahan akan membentuk karakter mereka.
Bagi para dosen, perjalanan ini menjadi pengingat akan amanah baru di setiap semester. Bukan hanya menyampaikan pengetahuan, melainkan mendampingi mahasiswa agar menemukan cara berpikir yang jernih, membangun ketangguhan, dan kelak mampu menggunakan ilmunya untuk menjawab berbagai persoalan kehidupan.
Keberlanjutan proses, serta kemauan dan kemampuan untuk terus bergerak setelah menyelesaikan satu urusan, juga menjadi pengingat penting. Allah SWT berfirman: “Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain), dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.” (QS Ash-Sharh: 7–8)
Satu semester selesai, ada semester berikutnya. Satu penelitian berakhir, ada pertanyaan baru yang menunggu untuk diteliti. Satu kelompok mahasiswa menyelesaikan studinya, kelompok berikutnya datang membawa harapan dan perjalanan yang baru. Tahun akademik baru adalah kesempatan untuk memastikan bahwa setiap langkah memiliki arah.
Semoga di awal perjalanan tahun akademik ini, kita tidak hanya bersemangat menyalakan aksi dan berusaha menembus batas, tetapi juga senantiasa menjaga arah. Sebab pendidikan bukan hanya tentang seberapa jauh kita melangkah, melainkan tentang untuk apa ilmu dan kemampuan tersebut kita persembahkan. Wallāhu a’lam.