Jumat 08 Oct 2021 19:52 WIB

Volume Kubah Tengah Merapi Dekati Tiga Juta Meter Kubik

Secara visual cuaca sekitar Merapi cerah pagi dan malam.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Fernan Rahadi
Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar terlihat dari Srumbung, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/9/2021). Menurut data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pengamatan Kamis, 9 September 2021 pukul 00:00-06.00 WIB telah terjadi 11 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.500 meter ke arah barat daya.
Foto: ANTARA/Hendra Nurdiyansyah
Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar terlihat dari Srumbung, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/9/2021). Menurut data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pengamatan Kamis, 9 September 2021 pukul 00:00-06.00 WIB telah terjadi 11 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.500 meter ke arah barat daya.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Kepala BPPTKG, Hanik Humaida mengatakan, pada periode 1-7 Oktober 2021 teramati penambahan ketinggian kubah lava di barat daya sekitar tiga meter. Saat ini, volume kubah lava barat daya sebesar 1.679.000 meter kubik.

"Kubah tengah sebesar 2.854.000 meter kubik," kata Hanik, Jumat (8/10).

Secara visual cuaca sekitar Merapi secara umum cerah pagi dan malam, sedangkan siang-sore berkabut. Asap berwarna putih, dan ketebalan tipis-tebal, tekanan lemah dan tinggi 200 meter teramati dari PGM Kaliurang pada 4 Oktober 2021.

Guguran lava teramati sebanyak 76 kali ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter. Pekan ini, tercatat satu kali gempa vulkanik dangkal, 70 kali gempa low frekuensi, 902 kali gempa fase banyak, 1.068 kali gempa guguran.

Selain itu, tercatat 127 kali gempa embusan dan lima kali gempa tektonik. Meski begitu, Hanik menekankan, aktivitas kegempaan periode pengamatan ini lebih rendah dari pekan lalu, namun masih dalam intensitas cukup tinggi.

"Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dan GPS pada pekan ini tidak menunjukkan perubahan yang signifikan," ujar Hanik.

Pada 6 Oktober 2021, terjadi hujan di Pos PGM dengan intensitas curah hujan 12 milimeter per jam selama 50 menit di Pos Kaliurang. Namun, tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai yang berhulu di Merapi.

Aktivitas vulkanik Merapi masih cukup tinggi berupa erupsi efusif, sehingga status masih dalam tingkat siaga. Potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas di tenggara-barat daya maksimal tiga kilometer ke arah Sungai Woro. 

Selain itu, sejauh lima kilometer ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng dan Sungai Putih. Sedangkan, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak.

"Pemkab Sleman, Magelang, Boyolali dan Klaten agar lakukan upaya-upaya mitigasi dalam menghadapi ancaman bahaya erupsi Gunung Merapi yang terjadi saat ini," kata Hanik.

BPPTKG meminta masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah-daerah potensi bahaya. Lalu, mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi dan mewaspadai bahaya lahar, terutama saat terjadi hujan di seputar Merapi.

Penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasi dihentikan. Pelaku wisata direkomendasi tidak melakukan kegiatan di daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh lima kilometer dari puncak.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement