Jumat 25 Mar 2022 23:43 WIB

Bupati Sidoarjo Temui KASAL Bahas Hibah Lahan Jalan Layang Aloha

Pemkab Sidoarjo akan memanfaatkan lahan milik TNI AL untuk pelebaran jalan.

Bupati Sidoarjo Temui KASAL Bahas Hibah Lahan Jalan Layang Aloha (ilustrasi).
Foto: Prayogi/Republika.
Bupati Sidoarjo Temui KASAL Bahas Hibah Lahan Jalan Layang Aloha (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,SIDOARJO -- Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor (Gus Muhdlor) menemui KASAL Laksamana TNI Yudo Margono dalam rangka membahas percepatan hibah lahan pembangunan jalan layang Aloha Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur.

Gus Muhdlor datang ke Markas besar (Mabes) TNI AL di dampingi pejabat Pemkab Sidoarjo melakukan rapat dengan agenda utama membahas progres hibah lahan jalan layang Aloha dan juga skema pinjam pakai lahan proyek pelebaran jalan pertigaan menuju Desa Bangah, Sidoarjo.

Baca Juga

Pada rapat itu, Bupati Sidoarjo menyampaikan proses pelaksanaan hibah baru dilaksanakan di tahun 2023 sedangkan pemanfaatan lahan di Aloha yang sebagian besar milik TNI AL itu akan dilakukan di tahun 2022.

Bupati juga menyampaikan untuk pengajuan hibah lewat SIPD (Sistem Informasi Pemerintah Daerah) harus diajukan dalam jangka waktu 1 tahun sebelum pelaksanaan dan terakhir input data tanggal 31 Maret.

 

Oleh karenanya dibutuhkan dokumen kerja sama pinjam pakai antara Pemkab Sidoarjo dengan pihak TNI AL agar di dalam pemanfaatan lahan nanti tidak melanggar aturan. Karena, pemkab Sidoarjo akan memanfaatkan lahan milik TNI AL untuk pelebaran jalan pertigaan Bangah itu pembangunannya dilakukan tahun ini.

"Dalam peraturannya, pemda tidak boleh membangun di atas lahan yang belum menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, maka dari itu tanah milik TNI AL di Aloha ini akan diproses pinjam pakai dulu agar proyek pembangunan pelebaran jalan pertigaan Bangah Flyover Aloha bisa mulai di eksekusi pembangunannya tahun ini," kata Gus Muhdlor.

Untuk selanjutnya, kata dia, hibah lahan TNI AL ke Pemkab Sidoarjo diproses di tahun 2023 karena untuk proses pembebasan lahan jalan layangAloha Pemkab Sidoarjo sudah siap.

Menurutnya, percepatan pembangunan jalan layangAloha terus dikejar agar kemacetan di lokasi itu bisa segera terurai. Sebagai kompensasi, di dalam perjanjian pinjam pakai itu Pemkab Sidoarjo akan mengganti sewa lahan yang selama ini disewa sekitar 100 pedagang.

Ia menjelaskan, proses ganti uang sewa lahan yang terkena dampak proyek pelebaran jalan di pertigaan arah desa Bangah berakhir sampai dengan proses hibah selesai. "Semua ini untuk masyarakat Sidoarjo agar kemacetan di pertigaan Bangah itu bisa segera terurai. Untuk pelebaran jalan di pertigaan Bangah nantinya akan ada relokasi 100 pedagang yang selama ini menyewa lahan milik Puspenerbal-Lanudal. Dalam proses pinjam pakai nanti, pemkab siap untuk mengganti bayar sewanya," ujarnya.

Di tempat yang sama, Plt. Kepala Dinas PU Bina Marga dan SDA Dwi Eko Saptono menjelaskan proyek pembangunan jalan layangAloha membutuhkan lahan sekitar 1,2 hektare dengan kemiringan 3,8 derajat. Selama proses pembangunan membutuhkan waktu selama 17 bulan.

Tidak hanya membangun jalan layang, kata dia, Pemkab Sidoarjo akan melakukan pelebaran kanalisasi mulai dari permukiman sekitar 185 meter ke arah Surabaya. Nantinya, ada sekitar 100 lapak yang akan dipindahkan, serta ada 4.392 meter persegi merupakan lahan milik TNI AL.

"Anggaran yang sudah disiapkan Rp2,71 miliar untuk pelebaran jalan ke pemukiman warga Desa Bangah," katanya.

Aslog KASAL Laksamana Muda TNI Puguh Santoso menegaskan, TNI AL menyambut baik dengan dibuatnya skema pinjam pakai. "Puspenerbal tolong dicek izinnya dan segera eksekusi untuk hibah, proses administrasi nanti diurus oleh Lantamal," katanya.

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement