Ahad 29 May 2022 14:21 WIB

Peluang Elon Musk Berinvestasi di Indonesia Disebut Sangat Besar

Pertimbangan investasi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber daya utama.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Muhammad Fakhruddin
Presiden Joko Widodo (tengah) dan founder SpaceX Elon Musk menjawab pertanyaan saat kunjungan di pabrik produksi roket SpaceX di Boca Chica, AS, Sabtu (14/5/2022).
Foto: ANTARA/Biro Pers Sekretariat Presiden-Laily R
Presiden Joko Widodo (tengah) dan founder SpaceX Elon Musk menjawab pertanyaan saat kunjungan di pabrik produksi roket SpaceX di Boca Chica, AS, Sabtu (14/5/2022).

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA -- Pertemuan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dengan CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk beberapa waktu lalu memunculkan spekulasi orang terkaya dunia tersebut akan investasi di Indonesia. Pakar Ekonomi Universitas Airlangga (Unair), Unggul Heriqbaldi menilai, peluang investasi Elon Musk melalui perusahaan-perusahaannya yaitu Tesla dan SpaceX di Indonesia sangat besar, karena eksistensi Indonesia sebagai negara produsen nikel terbesar di dunia.

“Tentu hal ini akan sangat berpengaruh besar bagi perusahaan yang menghasilkan electric vehicle seperti perusahaan Elon Musk. Bagi player terbaik di industri dan di global market, perusahaan tidak akan pernah berhenti untuk menemukan cara lebih efisien untuk memproduksi outputnya,” kata Unggul, Ahad (29/5/2022).

Baca Juga

Meski demikian, kata Unggul, pertimbangan investasi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber daya utama, tetapi juga aspek pendukung lainnya. Seperti keberadaan infrastruktur, energi, paket kebijakan yang ditawarkan oleh pemerintah seperti tunjangan dan pembebasan pajak, fleksibilitas di pasar tenaga kerja, kemudahan dalam perizinan, dan aspek lainnya.

“Sehingga harapannya kedua pihak bisa mendapatkan the best deal dan masyarakat Indonesia tentunya mendapatkan manfaat terbesar dari setiap keputusan yang diambil oleh kedua belah pihak,” ujarnya.

 

Menurut Unggul, peluang terbesar dalam jangka menengah adalah investasi untuk memproduksi sel baterai lithium-ion yang dibutuhkan Tesla dalam produksi mobil listrik Hal ini dikarenakan Indonesia adalah negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia sekaligus produsen nikel terbesar di dunia dengan share 37 persen produksi dunia atau setara dengan 2,7 juta metrik ton.

Selain itu, Unggul menilai investasi pada baterai listrik di Indonesia akan membuat Tesla memperoleh manfaat dari melimpahnya sumber daya atau daya saing biaya. Hal ini sangat krusial untuk Tesla dalam menjaga daya saing di pasar kendaraan listrik dunia. Unggul menjelaskan, Indonesia juga memiliki potensi jangka menengah dalam pasar kendaraan listrik.

“Meskipun dari sisi market Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan negara-negara lain yang sangat advanced seperti Norwegia, Islandia, Swedia, Belanda, Jerman, dan Inggris, namun bukan tidak mungkin dengan government policy yang ramah terhadap pasar electric vehicle, Indonesia akan menjadi negara dengan pertumbuhan yang tinggi di pasar kendaraan elektrik,” kata Unggul.

Posisi Indonesia juga dianggapnya strategis jika dilihat dari potential demand dalam jangka menengah dan panjang. Sedangkan untuk SpaceX, karena nikel juga merupakan komponen penting dalam paduan elemen yang juga digunakan oleh banyak industri mulai dari pembangkitan listrik, kitchenware, hingga transportasi, hal ini mengonfirmasi bahwa investasi di Indonesia menjadi strategis bagi SpaceX yang bergerak di bidang peluncur roket dan pesawat luar angkasa.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement