Selasa 27 Sep 2022 23:35 WIB

Farmasi UII Latih Kader Kesehatan Padukuhan di Sleman

Serangan jantung merupakan penyebab meninggal nomor satu.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Muhammad Fakhruddin
Farmasi UII Latih Kader Kesehatan Padukuhan di Sleman. Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta
Foto: Republika TV/Wahyu Suryana
Farmasi UII Latih Kader Kesehatan Padukuhan di Sleman. Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta

REPUBLIKA.CO.ID,SLEMAN -- Jurusan Farmasi Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan pelatihan kader kesehatan. Pelatihan dihadiri kader-kader kesehatan beberapa pedukuhan di Sleman seperti Pedukuhan Pelem, Candikarang, Sembung, dan Padukuhan Sambiloto.

Pelatihan diselenggarakan di Auditorium Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UII. Hadir sebagai narasumber, Dosen Fakultas Kedokteran UII, Dr Sunarto, yang memang memiliki fokus terhadap bidang kesehatan masyarakat.

Baca Juga

Sekretaris Jurusan Farmasi UII, Suci Hanifah, mengapresiasi kesadaran kader-kader kesehatan dalam meningkatkan mutu kesehatan di padukuhan masing-masing. Ia berharap, kegiatan seperti ini menjadi wadah yang positif untuk silaturahim.

Kemudian, bersama-sama membantu menyelesaikan atau kemudian membantu mengelola, merawat tetangga maupun masyarakat yang mengalami penyakit tidak menular dan jangka panjang. Sehingga, program peningkatan mutu kesehatan bisa berkelanjutan.

 

"Kita bisa mengupayakan bagaimana program pengelolaan semacam posbindu, nanti monggo namanya apa, posbindu itu kemudian bisa menjadi program berkelanjutan," kata Suci, Selasa (27/9).

Dalam paparannya, Dosen Fakultas Kedokteran (FK) UII, Dr Sunarto menuturkan, serangan jantung merupakan penyebab meninggal nomor satu. Setelah penyakit jantung, di posisi kedua ada penyakit stroke yang berasal dari hipertensi.

Maka itu, ia menekankan, penting untuk melakukan pengendalian hipertensi dan ketika tidak peduli untuk mengendalikan lambat laun akan masuk rumah sakit. Sunarto menegaskan, perlu jalani pola hidup sehat agar terhindar penyakit.

Sunarto berpendapat, merokok merupakan salah satu penyebab kasus meninggal yang kerap kali diabaikan saja sebagian orang. Merokok memang tidak secara otomatis menyebabkan hipertensi, tapi penelitian menunjukkan kaitan keduanya yang erat.

Sunarto menambahkan tentang edukasi terkait tingkat hipertensi yang sudah harus mengikuti prosedur penanganan. Terakhir, Sunarto menekankan, perlunya mengamati dan melakukan pengawasan terhadap masyarakat sekitar di masing-masing padukuhan.

"Pokoknya Anda amati yang itu saja, kalau tensi sudah tinggi, Anda ingatkan, penting itu karena mereka tetangga kita, mereka saudara kita," ujar Sunarto. 

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement