Rabu 09 Nov 2022 15:39 WIB

Kasus Covid Meningkat, Bantul Intensifkan Sosialisasi Penerapan Prokes

Sampai sekarang pemerintah belum menyatakan pandemi Covid-19 berakhir.

Ilustrasi Covid-19
Foto: Pixabay
Ilustrasi Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Pemerintah Kabupaten Bantul di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mengintensifkan kembali sosialisasi penerapan protokol kesehatan menyusul peningkatan kasus penularan Covid-19 dalam beberapa hari terakhir.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan sampai sekarang pemerintah belum menyatakan pandemi Covid-19 berakhir. Karenanya setiap bulan masih memperbarui status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat.

"Hanya saja itu menjadi tidak populer karena Covid-19 melandai, dan sekarang ini naik, sehingga nanti akan kita bangkitkan kembali, sosialisasi itu kita intensifkan kembali agar masyarakat kembali menerapkan protokol Covid-19 lebih ketat," katanya.

Ia melihat, saat ini sudah banyak masyarakat yang lepas masker, abai terhadap protokol. "Ini karena kasusnya melandai, makanya akan kita sosialisasikan kembali," ia menambahkan. Angka kasus Covid-19 harian di Kabupaten Bantul dalam beberapa hari meningkat.

 

Menurut data Posko Terpadu Penanganan Covid-19 Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Selasa (8/11/2022) ada 34 kasus Covid-19 baru di Bantul, meningkat dari 24 kasus baru pada Senin (7/11), dan 11 kasus baru pada Ahad (6/11).

Bupati mengatakan bahwa kenaikan angka kasus covid di Bantul dalam beberapa hari terakhir tidak sampai berdampak pada ketersediaan tempat tidur pasien di rumah sakit maupun fasilitas isolasi.

"Sejauh ini belum terjadi lonjakan kasus yang membuat kita ini harus menambah ruang-ruang isolasi, tetapi itu sudah kita antisipasi," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement