Sabtu 28 Jan 2023 21:15 WIB

Bernilai Jual Tinggi, Petani Madiun Didorong Budidayakan Melon Kinanti

Jenis melon ini dijual sekitar Rp 12 ribu per kilogramnya.

Petani di Madiun tengah memanen buah melon (ilustrasi).
Foto: Antara
Petani di Madiun tengah memanen buah melon (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, MADIUN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur, melalui Dinas Pertanian membudidayakan melon varietas Kinanti yang memiliki nilai jual tinggi guna meningkatkan keuntungan petani.

Kepala Dinas Pertanian Madiun Sumanto mengatakan inovasi pembudidayaan melon Kinanti tersebut dilakukan di Balai Penyuluhan Pertanian Kabupaten Madiun yang ada di Desa Jatisari, Kecamatan Geger.

"Sekarang ini, kita semua mempunyai tanggung jawab terkait inflasi, stunting, dan kemiskinan. Tentunya, Dinas Pertanian juga melakukan terobosan dalam rangka pengentasan kemiskinan, meningkatkan pendapatan masyarakat khususnya petani, salah satunya dengan budi daya melon jenis ini. Karena melon ini jenis baru yang cukup diminati masyarakat, selain harganya menggiurkan pastinya rasanya juga enak," ujar Sumanto di Madiun, Sabtu.

Menurut dia, melon varietas Kinanti memiliki harga jual yang cukup tinggi. Yakni sekitar Rp 12 ribu per kilogramnya.

 

Karena merupakan tanaman hortikultura, budi daya tanaman tersebut diuji coba pada media greenhouse. Hal itu agar tidak mudah terkena hama dan mudah pengontrolannya.

Semanto menambahkan iklim dan lahan di wilayah Kabupaten Madiun sangat mendukung untuk pembudidayaan tanaman melon Kinanti. Selain itu, kebutuhan pasar terhadap komoditas tersebut di Madiun juga cukup bagus sehingga menguntungkan petani.

Harapannya, dengan memiliki harga jual tinggi dan minat pasar yang bagus, pengembangan melon varietas Kinanti dapat meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah setempat.

"Ini akan kita bahas. Kalau memungkinkan akan kita kembangkan ke para petani hortikultura di Madiun," kata dia.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement