Senin 20 Mar 2023 14:44 WIB

Jenazah Syabda Perkasa Bakal Dimakamkan Bersama Nenek dan Ibunya di Sragen

Syabda pulang terakhir ke Sragen pada Desember tahun lalu.

Rep: c02/ Red: Yusuf Assidiq
  Suasana rumah duka keluarga almarhum Syabda Perkasa di Ngroto, Sumberejo, Mondokan, Sragen, Senin (20/3/2023).
Foto: Muhammad Noor Alfian
Suasana rumah duka keluarga almarhum Syabda Perkasa di Ngroto, Sumberejo, Mondokan, Sragen, Senin (20/3/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, SRAGEN -- Pihak keluarga dari atlet bulu tangkis Syabda Perkasa Belawa (22) yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas membenarkan jenazah bakal dimakamkan di TPU karaban, Ngroto, Sumberejo, Mondokan, Sragen, Jawa Tengah. Sabda akan dimakamkan satu liang dengan almarhumah sang nenek, Parsi, dan ibunya, Anik Sulistyowati, yang juga meninggal dalam kecelakaan itu.

"Iya, rencananya dijadikan satu liang lahat, ini posisinya sedang otewe dari Pemalang sekitar pukul 13.00 WIB. Nanti letak makam akan berdekatan dengan makam kakeknya yang berada di sampingnya," kata Swara, selaku manager Sabda sekaligus keponakan, Senin (20/3/2023).

Ia menjelaskan Syabda akan dimakamkan tak lama setelah nanti tiba di Sragen. "Rencana dimakamkan setelah datang mungkin ya nggak lama, baru dimakamkan. Perkiraan jam 15.00 WIB datang," katanya.

Lebih lanjut dikatakan, Syabda dan keluarga berangkat ke Sragen dikarenakan mendapatkan kabar bahwa sang nenek telah meninggal dunia. "Jadi kemarin itu neneknya masuk rumah sakit pas malam terus dinyatakan meninggal. Ya udah, keluarga pada mau pulang untuk takziah. Nah Sabda lagi di rumah akhirnya mau ikut pulang (ke Sragen). Satu mobil sama kakak, adik, ibu, sama bapaknya," katanya.

Swara mengatakan pihaknya menerima kabar Syabda dan rombongan mengalami kecelakaan sekitar pukul 04.00 WIB. "Pertamanya yang meninggal mamahnya, kemudian Syabda-nya dibawa ke rumah sakit tapi tidak tertolong," ungkap dia.

Di sisi lain, Swara mengingat Syabda pulang terakhir ke Sragen adalah Desember tahun lalu. Ia pulang lantaran menghadiri pernikahan Swara. "Kayaknya Desember kemarin, kebetulan pas saya menikah dia datang," ujarnya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement