Selasa 25 Apr 2023 07:54 WIB

Polda Jatim Sebut Sistem One Way Hanya Diberlakukan di Kota Batu

Lebaran kali ini jumlah kunjungan wisatawan menurun dibandingkan tahun lalu.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Fernan Rahadi
Rekayasa lalu lintas sistem one way diberlakukan di tol Trans Jawa pada arus mudik dan balik Lebaran.
Foto: Bowo Pribadi
Rekayasa lalu lintas sistem one way diberlakukan di tol Trans Jawa pada arus mudik dan balik Lebaran.

REPUBLIKA.CO.ID, BATU -- Jajaran Polres Batu, Polda Jawa Timur (Jatim) telah memberlakukan sistem one way dari pertigaan Pendem sampai Jalan Dewi Sartika. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi potensi membludaknya pengunjung Kota Batu selama libur Lebaran 2023. 

Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Muhammad Taslim Chairuddin mengaku, jumlah masyarakat yang berlibur ke Kota Batu selalu di luar prediksi. Jika merujuk pada tahun lalu, jumlah kunjungan wisatawan di Kota Batu sangat membeludak. Oleh karena itu, pihaknya hanya memberlakukan sistem one way di Kota Batu. 

"Tetapi harus diakui Lebaran kali ini menurun dibandingkan tahun lalu. Sehingga kalau kita melihat memang ramai pengunjungnya tetapi lalu lintas masih ramai lancar," kata Muhammad Taslim di Kota Batu, Senin (24/4/2023).

Menurut dia, ada sejumlah pertimbangan alasan pihaknya melaksanakan sistem one way. Pertama yakni Kota Batu memiliki jalur alternatif sehingga kendaraan yang dari atas menuju ke Malang bisa dialihkan melalui Jalan Trunojoyo. Dengan demikian, kendaran dari Malang melalui Karanglo dan pertigaan Pendem bisa naik ke atas tanpa mengganggu kendaraan lain yang mau turun.

Alasan lainnya, yaitu jumlah kunjungan yang tinggi sehingga sistem one way lebih dibutuhkan. Kemudian juga dilatarbelakangi infrastruktur yang mendukung untuk melaksanakan sistem tersebut.

"Seperti one way, kita semula merencanakan mulai dari keluar tol Singosari masuk ke karanglo. Tetapi setelah kita pelajari kan di situ pemukiman terlalu banyak, terlalu berisiko untuk buat one way," jelasnya.

Meskipun sistem one way hanya diberlakukan di Kota Batu, dia menegaskan penerapan skema ini sebenarnya bersifat situasional. Ditambah lagi, Jatim termasuk tujuan akhir mudik di Pulau Jawa sehingga sistem ini belum diberlakukan sepenuhnya. Hal yang pasti, kata dia, pihaknya sudah menyiapkan sistem tersebut apabila dibutuhkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement