Ahad 04 Jun 2023 19:25 WIB

Tingkat Okupansi Hotel Solo Hampir 100 Persen Saat Libur Panjang

Kebanyakan para tamu berasal dari segmen keluarga.

Syariah Hotel Solo, salah satu hotel yang mengalami peningkatan okupansi saat libur panjang.
Foto: google.com
Syariah Hotel Solo, salah satu hotel yang mengalami peningkatan okupansi saat libur panjang.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Libur panjang akhir pekan yang terjadi sejak Kamis (1/5) hingga hari ini meningkatkan angka okupansi hotel di Solo, Jawa Tengah. Peningkatan jumlah tamu salah satunya terjadi di Lorin Hotel Solo.

Senior Public Relations Manager Lorin Hotel Group Dhani Wulandari mengatakan tingkat okupansi di Lorin Solo Hotel berada di atas 90 persen. "Mencapai 94 persen. Ini juga terjadi di Syariah Hotel Solo," katanya.

 

Berbeda dengan hari biasa di mana tamu banyak berasal dari perusahaan maupun instansi pemerintah, pada libur panjang selama empat hari ini kebanyakan para tamu berasal dari segmen keluarga. "Hampir seluruhnya dari luar kota, seperti Malang, Jakarta, dan Surabaya," ujar dia.

 

Senada, salah satu hotel yang juga banyak menerima tamu selama libur panjang kali ini yakni Swiss-Belhotel Solo. Public Relations Swiss-Belhotel Solo Paulina Yugi mengatakan kenaikan okupansi sudah terjadi sejak hari Kamis.

 

"Pada hari Kamis okupansi kami sudah 98 persen. Ada peningkatan sekitar 40-50 persen dibandingkan akhir pekan biasanya. Kami mencatat okupansi full sampai Ahad," jelasnya.

 

Hotel ini juga memanfaatkan lokasi yang dekat dengan Masjid Sheikh Zayed untuk menarik tamu. Salah satu yang dilakukan dengan menyediakan tipe kamar dengan pemandangan masjid.

Menurut dia, pemandangan masjid terlihat indah saat malam hari karena lampu-lampu yang ada di kubah masjid. Bahkan, menurut dia pada periode libur panjang kali ini seluruh tipe kamar dengan pemandangan masjid penuh dipesan oleh tamu.

 

"Mulai dari grand deluxe sampai royal suite, semuanya fully booked. Untuk kamar tipe tersebut harganya naik lebih dari Rp 500 ribu tapi tetap jadi rebutan tamu," katanya.

 

Ia mengatakan tamu yang datang mayoritas berasal dari luar kota, seperti Surabaya, Jakarta, dan Semarang.

 

Sebelumnya, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan sejumlah proyek infrastruktur menjadi prioritas pemerintah.

 

"Kota Solo jangan sampai diejek jadi kota yang nggak punya destinasi. Tinggal kita ramaikan destinasi yang ada," ungkap dia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement