Rabu 28 Jun 2023 12:35 WIB

Empat Pelaku Pembunuhan Mahasiswa Unitri Malang Telah Teridentifikasi

Kasus pembunuhan terhadap KM (24 tahun) diduga telah dilakukan oleh empat tersangka.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Fernan Rahadi
Ilustrasi Pembunuhan
Foto: Foto : MgRol112
Ilustrasi Pembunuhan

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Aparat Polresta Malang Kota (Makota) dan jajaran Polsek Lowokwaru telah mendapatkan identitas para tersangka kasus pembunuhan mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri), Kota Malang. Kasus pembunuhan terhadap KM (24 tahun) diduga telah dilakukan oleh empat tersangka.

Kapolresta Malang Kota (Makota) Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, kasus ini berawal dari kejadian di Karangploso, Kabupaten Malang, Jatim. Pertemuan ini bermula dari undangan berkumpul karena mereka baru selesai melaksanakan wisuda. "Terjadi konflik di salah satu kafe wilayah Karangploso lalu terjadilah korban satu meninggal dunia," jelasnya.

Baca Juga

Akibat kejadian tersebut, para teman korban pun tidak terima sehingga terjadi aksi sweeping di sejumlah kos-kosan di wilayah Kota Malang termasuk Dau, Kabupaten Malang, beberapa waktu lalu. Aksi ini dilakukan guna mencari para tersangka yang diduga telah membunuh KM. Dari sini, Buher pun menegaskan, konflik ini sebenarnya terjadi antar-masyarakat NTT bukan dengan warga Kota Malang. 

Polresta Makota sudah berkoordinasi dengan Polres Malang termasuk Polda Jatim guna membantu membantu mencari keberadaan empat tersangka yang sudah teridentifikasi. Selain itu, pihaknya bersama TNI dan Satpol PP juga telah melakukan pengamanan dan meningkatkan patroli.

Menurut Buher, upaya pengamanan dan patroli ditunjukkan untuk menjaga asrama dan kos-kosan kampus yang terindikasi menjadi tempat masyarakat NTT tinggal. Langkah ini bertujuan agar tidak ada aksi sweeping ataupun balas dendam ke depannya.

Di samping itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan tokoh-tokoh masyarakat. Bahkan, sudah ada mediasi ataupun permohonan maaf dari organisasi KBITB (Keluarga Besar Indonesia Bersatu) kepada warga Tlogomas. Dengan demikian, para mahasiswa NTT dan rekan-rekan korban dapat kembali ke kos-kosannya masing-masing.

Hal yang pasti, kata dia, jajarannya tidak akan memberi ruang aksi-aksi serupa ke depannya. Hal ini karena kota Malang sudah dibuat secara bersama menjadi kota pendidikan, kota aman dan nyaman bagi seluruh lapisan. "Baik itu penduduk lokal maupun penduduk pendatang," ungkapnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement