Selasa 11 Jul 2023 19:06 WIB

Implementasikan AI, ITS Ciptakan Aplikasi Pembelajaran Huruf Hijaiyah

Pada aplikasi tersebut, pengguna dapat memanfaatkan dua modul pembelajaran.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Fernan Rahadi
Prodi Rekayasa Kecerdasan Artifisial (RKA) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan aplikasi pelajar Huruf Hijaiyah dengan gawai berbasis artificial intelligence (AI). Dosen Departemen Teknik Informatika ITS, Nanik Suciati menjelaskan, pengembangan aplikasi ini bermula dari hasil Tugas Akhir (TA) mahasiswa bimbingannya yakni Irman Kurniawan.
Foto: dokpri
Prodi Rekayasa Kecerdasan Artifisial (RKA) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan aplikasi pelajar Huruf Hijaiyah dengan gawai berbasis artificial intelligence (AI). Dosen Departemen Teknik Informatika ITS, Nanik Suciati menjelaskan, pengembangan aplikasi ini bermula dari hasil Tugas Akhir (TA) mahasiswa bimbingannya yakni Irman Kurniawan.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Prodi Rekayasa Kecerdasan Artifisial (RKA) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan aplikasi pelajar Huruf Hijaiyah dengan gawai berbasis Artificial Intelligence (AI). Dosen Departemen Teknik Informatika ITS, Nanik Suciati menjelaskan, pengembangan aplikasi ini bermula dari hasil Tugas Akhir (TA) mahasiswa bimbingannya yakni Irman Kurniawan.

"Tugas akhir ini dipilih karena cocok menggambarkan karya Prodi RKA," kata Nanik, Selasa (11/7/2023).

Baca Juga

Kepala Laboratorium Komputasi Cerdas dan Visi ITS itu mengatakan, aplikasi tersebut cocok digunakan semua umur. Dimana aplikasi tersebut didukung metode pembelajaran yang simpel dan mudah dipahami, sehingga mereka yang belajar dapat dengan mudah mengenali huruf Arab sebelum mengaji.

"Di dalam aplikasi pun terbilang lengkap dengan 30 huruf hijaiyah yang dapat dipelajari pengguna," ujarnya.

Pada aplikasi tersebut, pengguna dapat memanfaatkan dua modul pembelajaran. Modul pertama adalah latihan di mana para pengguna diajarkan cara menuliskan huruf hijaiyah sesuai urutan goresan dalam menulis masing-masing huruf hijaiyah. Kemudian yang kedua adalah modul evaluasi yang akan memberikan para pengguna waktu dua menit untuk menyelesaikan soal menulis sebanyak-banyaknya.

"Di modul evaluasi, sistem AI digunakan pada sistemnya yang akan menentukan apakah hasil goresan tangan pengguna benar atau tidak," kata perempuan asal Pasuruan itu.

Nanik menambahkan, aplikasi tersebut menggunakan game engine Unity untuk pengembangannya. Game engine tersebut juga membantu tim pengembang untuk mengatur User Interface (UI) yang ramah pengguna. Saat ini, aplikasi tersebut belum dapat diakses di Playstore.

Nanik berencana mengunggah aplikasi itu di repository ITS, sehingga dapat dengan mudah digunakan dan dipelajari. Nanik menegaskan, AI bukanlah hal yang negatif jika dimanfaatkan untuk memudahkan pekerjaan sehari-hari manusia. "Aplikasi ini akan sangat membantu orang awam untuk mengawali belajar mengaji mereka," ujar Nanik.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement